Kehadiran pemasok artificial intelligence (AI agents) diproyeksikan bakal mendorong lonjakan permintaan komputasi di China hingga nyaris 10 kali lipat setiap tahunnya dalam 2-3 tahun ke depan.
Dikutip dari Bloomberg, berasas laporan China Telecom Research Institute nan dikutip oleh China Central Television (CCTV), belanja modal alias capital expenditure (capex) AI oleh jejeran perusahaan teknologi terkemuka di China diperkirakan mendekati 600 miliar yuan alias sekitar USD 89 miliar pada 2026.
Jika dikonversi ke rupiah, nomor tersebut setara Rp 1.567,02 triliun (kurs Rp 17.607 per dolar AS), dan diproyeksikan menyumbang lebih dari 10 persen dari total keseluruhan investasi di China.
Laporan tersebut juga menunjukkan komputasi konklusi diprediksi bakal mendominasi pasar daya komputasi di Negeri Tirai Bambu, dengan porsi mencapai 80 persen pada 2029, melampaui permintaan nan berangkaian dengan training (training).
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·