IHSG Diproyeksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada Jumat (5/6). IHSG berhujung di area merah dengan ditutup ambruk 101,280 poin alias 1,70 persen ke 5.839,785 pada penutupan perdagangan Kamis (4/6).

Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan jual pada Kamis (4/6) tetap bersambung seiring maraknya beragam rumor di pasar domestik di tengah tingginya ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor. Pada saat nan sama, nilai tukar rupiah juga melemah 0,45 persen ke level Rp 18.020 per dolar AS.

Secara teknikal, Phintraco menilai pelebaran histogram negatif MACD dan terbentuknya pola death cross pada Stochastic RSI menunjukkan sentimen pasar nan tetap condong negatif.

“Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG tetap bakal naik turun condong melemah dan menguji support di 5.700-5.800,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/6).

Dari sisi sentimen domestik, Phintraco menyoroti pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi Undang-Undang (UU PPSK). Regulasi baru itu memperkuat mandat OJK dan pengaturan pasar modal, termasuk rencana demutualisasi BEI serta peningkatan integritas transaksi.

video story embed

Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan likuiditas pasar melalui ekspansi peran perbankan di pasar modal, penguatan lembaga dan instrumen keuangan, serta pengembangan produk pasar modal nan lebih beragam.

“Transparansi dan tata kelola diperketat serta perlindungan penanammodal diharapkan menjadi lebih kuat,” lanjut Phintraco Sekuritas.

Di samping itu, Phintraco Sekuritas jug menyinggung Danantara nan berencana menerbitkan obligasi dunia senilai USD 5 miliar nan telah memperoleh ranking Baa2 dengan prospek negatif dari Moody’s.

“Penerbitan surat utang oleh Danantara ini diharapkan dapat memperdalam struktur modal nasional dan membiayai program pembangunan tanpa membebani APBN,” tulis Phintraco Sekuritas.

Warga mengawasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Phintraco merekomendasikan saham ADRO, ANTM, MDKA, TINS, dan INCO untuk diperhatikan sepanjang Jumat (5/6).

Kemudian, analis MNC Sekuritas menilai IHSG tetap berada dalam tekanan jual nan cukup kuat dengan area koreksi nan sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.

Analis MNC Sekuritas menyatakan saat ini posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [v] dalam struktur wave 5, nan mengindikasikan indeks tetap berpotensi melanjutkan tren penurunan.

“Hal ini berarti, IHSG tetap rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5.395 hingga 5.412 sekaligus untuk menutup area gap nan terbentuk dan MA200 secara monthly,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Meski demikian, dalam jangka pendek IHSG tetap mempunyai kesempatan menguat terlebih dulu ke kisaran 5.852 hingga 5.881.

Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADMR, MAPI, MDKA, dan RAJA untuk diperhatikan sepanjang Jumat (5/6).

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual produk investasi tertentu

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan