IHSG Diproyeksi Melemah Lagi, Dibayangi Peringatan MSCI & Turunnya Daya Saing RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pengunjung melintas di depan layar nan menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal kembali melemah pada perdagangan Kamis (25/6). IHSG ditutup melemah di level 5.883.881 (-3.564 persen) pada perdagangan Rabu (24/6).

Analis Phintraco Sekuritas memandang dari sisi teknikal, IHSG menembus level psikologis 6.000, diiringi penyempitan histogram positif MACD serta parameter Stochastic RSI nan membentuk death cross di area overbought.

“Sehingga IHSG berkesempatan uji level 5.750 pada perdagangan Kamis,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (25/6).

Meski demikian dari sisi fundamental, koreksi nilai minyak dinilai bisa menjadi aspek positif bagi IHSG, karena bakal mengurangi tekanan pada defisit APBN. Sementara keahlian IHSG pada Rabu (24/6) dipengaruhi sentimen negatif dari peringatan MSCI, koreksinya nilai komoditas logam dan penguatan dolar AS.

Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Sergei Elagin/Shutterstock

Sentimen lain nan bakal mempengaruhi keahlian IHSG adalah konsolidasi sembilan perusahaan pelat merah sektor logistik nan dilakukan PT Pos Indonesia melalui penggabungan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Targetnya berjalan mulai 1 Juli 2026.

Tujuan konsolidasi ini adalah untuk mengintegrasikan BUMN logistik agar skala upaya menjadi lebih besar dan juga sebagai corak efisiensi. PT MTI merupakan anak upaya PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo. Dalam tahap kedua konsolidasi, seluruh kepemilikan saham MTI bakal dialihkan kepada PT Pos Indonesia (Persero).

Peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 turun signifikan dari posisi 40 menjadi 48. Mengenai perihal itu, pemerintah bakal melakukan pertimbangan menyeluruh, termasuk melalui tim debottlenecking untuk mengidentifikasi beragam halangan nan memengaruhi suasana investasi dan daya saing nasional.

“Jika hambatan tersebut tidak segera diperbaiki dan daya saing Indonesia tidak meningkat, maka berpotensi bakal berpengaruh terhadap suasana investasi dan perdagangan nan dapat menghalang pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi,” tulis analis Phintraco Sekuritas.

Analis Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan saham MIKA, AADI, MYOR, BFIN dan UNVR untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (25/6).

Analis MNC Sekuritas memandang koreksinya keahlian IHSG pada Ravu (24/6) disertai dengan munculnya tekanan jual, dengan pergerakan di bawah MA20. Posisi IHSG diperkirakan tetap berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv].

“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.847, selanjutnya tetap terdapat kesempatan IHSG menguat ke rentang 6.548-6.782,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (25/6).

Saham-saham nan direkomendasikan untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (25/6) adalah BREN, INCO, MBMA dan BNBR.

instagram embed

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual produk investasi tertentu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan