IHSG Diproyeksi Bervariasi, Pasar Masih Cermati Tren Keyakinan Konsumen

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Pada 17 menit awal setelah pembukaan, IHSG sempat ambruk 5,03 persen alias 418,75 poin ke level 7.910,85. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bervariasi pada Selasa (11/8). Sebelumnya, IHSG berhujung di area merah, dengan ditutup melemah 0,69 persen alias sebesar 44,28 poin ke 6.365,37 pada penutupan perdagangan Senin (10/8).

Phintraco Sekuritas mengatakan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden belum bisa mendorong IHSG menguat hingga penutupan perdagangan.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai parameter Stochastic RSI telah mendekati area overbought dan volume jual mengalami peningkatan. Meski demikian, histogram MACD tetap berada di area positif dan pergerakan IHSG tetap berada di atas level MA5 hingga MA50.

“Sehingga diperkirakan IHSG bakal bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (11/8).

Phintraco menyinggung Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) nan kembali mengalami penurunan pada Juli 2026 dan memasuki tren pelemahan selama tiga bulan berturut-turut. IKK tercatat berada di level 116,8 pada Juli, turun dari 117,8 pada Juni 2026. Posisi tersebut menjadi level terendah sejak April 2025. Pelemahan terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 107,9 dari sebelumnya 109,2, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) nan turun menjadi 125,7 dari 126,4.

“Meskipun demikian, indeks tersebut tetap berada di area optimis, nan menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen tetap positif meskipun terjadi penurunan,” lanjut Phintraco.

Di sisi lain, penjualan sepeda motor menunjukkan pertumbuhan nan cukup kuat. Penjualan pada Juli 2026 meningkat 8,3 persen secara tahunan menjadi sekitar 636 ribu unit, setelah sebelumnya hanya tumbuh 1,1 persen secara tahunan pada Juni 2026.

“Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Oktober 2014, di tengah meredanya tekanan inflasi pada bulan Juli 2026,” sebut Phintraco.

Untuk perdagangan Selasa (11/8), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham HRUM, ESSA, ADRO, AADI dan MYOR sebagai pilihan utama.

Kemudian, analis MNC Sekuritas memandang pelemahan pada Senin (10/8) muncul lantaran adanya tekanan jual. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv].

“Hal tersebut berfaedah IHSG berkesempatan menguat dengan sasaran 6.440-6.544,” kata MNC Sekuritas melalui risetnya.

Kendati demikian, MNC Sekuritas menyarankan untuk mencermati bakal adanya potensi lanjutan koreksi dalam jangka pendek ke rentang 6.308 hingga 6.360.

Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham DSSA, ESSA, HRTA, dan WIFI untuk diperhatikan sepanjang Selasa (11/8).

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual produk investasi tertentu

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan