IHSG Diprediksi Konsolidasi pada Pekan Ini

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 27 April 2026 |08:06 WIB

IHSG Diprediksi Konsolidasi pada Pekan Ini

IHSG Hari Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pasar modal Indonesia diprediksi tetap bakal menghadapi tekanan pada pekan perdagangan nan singkat ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah, melanjutkan tren koreksi tajam sebesar 6,61 persen nan terjadi pada pekan sebelumnya.

Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari menjelaskan bahwa pergerakan indeks bakal sangat dipengaruhi oleh tindakan risk-off dunia dan depresiasi nilai tukar Rupiah nan sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang masa di level Rp17.315 per dolar AS.

"Fokus pasar sekarang tertuju pada pengetesan support krusial di rentang 7.100–7.150. Apabila level ini kandas dipertahankan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menutup gap berikutnya di area 7.022–7.080 hingga menguji support psikologis di sekitar 6.917,” ujar Brigita dalam analisisnya, Senin (27/4/2026).

Tekanan pada pasar saham domestik dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah nan hingga sekarang belum menemui titik terang. Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dikhawatirkan bakal mengganggu stabilitas pasokan daya di Selat Hormuz, nan berujung pada lonjakan inflasi global.

Selain itu, pasar mulai mengantisipasi arah kebijakan Federal Reserve nan condong lebih ketat (hawkish) seiring dengan tingginya nilai energi.

"Tanpa adanya de-eskalasi, pasar mulai mengantisipasi potensi pengetatan suplai nan dapat menjaga nilai daya tetap tinggi. Kondisi ini berisiko menahan penurunan inflasi dunia dan pada akhirnya membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter dalam jangka pendek," jelas Brigita.

Dari dalam negeri, sentimen negatif bertambah seiring dengan keputusan MSCI nan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Hal ini memicu tindakan jual bersih (net sell) penanammodal asing nan sangat masif, di mana secara akumulatif telah mencapai Rp42,8 triliun sepanjang tahun melangkah (year-to-date).

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com