Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |17:46 WIB

IHSG Anjlok 7,35 Persen hingga Trading Halt, Purbaya Sebut Isu Transparansi dan Goreng Saham
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam sebesar 7,35 persen ke level 8.320 pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Bahkan, IHSG sempat ambruk 8 persen memicu otoritas bursa untuk memberlakukan penghentian perdagangan sementara (trading halt).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pengumuman dari MSCI sebagai aspek utama di kembali tindakan jual masal (panic selling) hari ini. Menurutnya, penilaian MSCI mencerminkan adanya persoalan mendasar mengenai transparansi dan integritas perdagangan di bursa domestik.
"Ya menurut saya IHSG kan jatuh lantaran buletin nan MSCI nan menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Persyaratan mereka ya itu manajemen bersih dan free float-nya berapa persen," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Meski mengakui adanya celah nan perlu diperbaiki, Menkeu menilai kejatuhan indeks hari ini merupakan respons pasar nan terlalu reaktif. Ia mengingatkan bahwa tetap ada ruang waktu bagi emiten dan otoritas untuk melakukan penyesuaian sebelum keputusan final MSCI dieksekusi pada pertengahan tahun.
"Ini saya pikir reaksi nan berlebihan, lantaran kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan," jelasnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·