Ramdani Bur
, Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |16:05 WIB

Pratama Arhan berpotensi tak bisa lagi mengeluarkan lemparan ke dalam andalannya. (Foto: PSSI)
DEWAN Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) mengeluarkan patokan krusial nan bisa mengebiri potensi pelempar ke dalam macam Pratama Arhan (Bangkok United) alias Michael Kayode (Brentford). Dalam rilis nan mereka keluarkan, seorang pemain hanya diberi jatah lima detik untuk melepaskan lemparan ke dalam.
“Jika wasit menilai lemparan ke dalam alias tendangan gawang terlalu lama dilakukan alias sengaja ditunda, maka bakal dilakukan hitungan mundur selama lima detik,” tulis IFAB dalam rilis nan baru mereka keluarkan, Minggu (8/3/2026).
IFAB luncurkan patokan baru soal lemparan ke dalam dan tendangan gawang. (Foto: IFAB)
“Jika bola belum dimainkan setelah hitungan mundur selesai, maka lemparan ke dalam bakal diberikan ke tim lawan. Sementara tendangan gawang nan terlambat akan menghasilkan tendangan perspektif untuk lawan,” lanjut IFAB.
1. Aturan Mulai Berlaku 1 Juli 2026
Pembaruan patokan ini dimunculkan lantaran dinilai terlalu menyantap waktu pertandingan. Waktu pertandingan banyak terbuang lantaran banyak pemain nan membuang-buang waktu saat hendak melemparkan bola ke dalam alias melepaskan tendangan gawang.
Aturan ini mulai bertindak 1 Juli 2026, namalain di musim baru 2026-2027. Aturan ini berpotensi mengebiri pemain-pemain nan piawai melepaskan lemparan ke dalam seperti Pratama Arhan.
Pratama Arhan memerlukan waktu nan cukup lama saat hendak melemparkan ke dalam. Pertama, dia kudu mengelap bola nan bakal dilemparkan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·