IESR Dorong Program Listrik Desa Jadi Bagian Integral PLTS 100 GW

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
IESR Dorong Program Listrik Desa Jadi Bagian Integral PLTS 100 GW ilustrasi listrik masuk desa.(dok.PLN)

INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) mengapresiasi langkah maju rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proyek pembangunan PLTS 100 GW tahap pertama bakal dimulai dalam waktu dekat.

"Kami mendorong agar penyelenggaraan program ini dilakukan dalam kerangka tata kelola nan baik (good governance), dan diletakkan dalam kerangka transformasi sistem penyediaan daya nan menyeluruh dan berkeadilan, di mana program listrik desa (lisdes) menjadi bagian integral di dalamnya," ujar Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Menurutnya, listrik desa tidak boleh lagi dipandang sekadar pemenuhan parameter statistik rasio elektrifikasi. Ia kudu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daya nan layak bagi seluruh rakyat Indonesia, memicu pemanfaatan daya nan produktif (productive use of energy) demi menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Melalui pendekatan nan kami rumuskan dalam Solar Archipelago, nan merupakan peta jalan Program PLTS 100 GW, elektrifikasi pulau-pulau dan wilayah 3T merupakan bagian dari pemanfaatan daya surya skala organisasi nan masif untuk mencapai sasaran sebelum 2030," kata Fabby.

"Dengan mengintegrasikan lisdes ke dalam program PLTS 100 GW berbasis potensi lokal, pemerintah tidak hanya mengejar sasaran kapabilitas pembangkit daya surya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan, mempercepat pendemokrasian energi, dan mewujudkan transisi daya nan berkeadilan hingga ke pelosok Nusantara," pungkasnya. (Ifa/P-3) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia