Jakarta, CNBC Indonesia - Pameran Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2026 kembali digelar pada 3 hingga 12 September 2026. Adapun IEE Series terbagi dalam dua sektor ialah Energy Week pada 2-5 September dan Engineering Week pada 9-12 September.
Ajang pertemuan industri B2B terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema "Sustainability for Industrial Transformation" sebagaimana tema tahun lalu. Deputy Event Director Energy & Engineering Series Hanung Hanindito menjelaskan tema ini kembali diusung lantaran agenda transformasi tidak cukup dilakukan dalam jangka waktu singkat.
"Kami memandang untuk beralih bentuk menjadi sesuatu nan lebih sustainable, menjadi nan lebih berkelanjutan, lebih baik lagi, itu tidak cukup waktu satu alias dua tahun. Itu hal-hal nan cukup panjang, nan kami juga menyadari bahwa industri bangunan di dalam IEE Series mempunyai akibat juga," ungkap dia dalam Media Briefing IEE Series 2026, Rabu (19/8/2026).
Dengan ini dia berambisi IEE Series bisa menjadi panggung untuk memulainya agenda keberlanjutan bagi masing-masing industri.
"Contohnya untuk responsible mining, untuk daya bersih dan terbarukan, kami berambisi platform kami IEE Series bisa menjadi wadah untuk menyampaikan informasi-informasi, informasi-informasi baik nan ada di industri," tutur dia.
Hanung mengungkapkan untuk Energy Week bakal membawahi pameran Electric Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia Jakarta. Sementara Engineering Week mencakup pameran mining, pameran construction Indonesia untuk infrastructure, dan construction Indonesia untuk building materials, industri beton, pameran ke oil and gas, pameran water Indonesia untuk industri air dan limbah, Asia Disaster Management & Civil Protection Expo and Conference (ADEXCO).
"Jadi setelah selesai Energy Week, kita set up lagi sejenak untuk berubah menjadi Engineering Week," terang dia.
Dia menjelaskan IEE Series tetap menjadi pameran terbesar untuk energy and engineering di Asia Tenggara. Saat ini total peserta pameran nan terdaftar hingga, Rabu (19/8) sebanyak 2.046 exhibiting companies baik dari lokal maupun dari internasional.
Dia juga memaparkan IEE Series 2026 mencatat peserta dari 39 exhibiting countries dan regions. Total area nan digunakan IEE Series selama dua minggu ialah seluas 108.000 m2, dengan area indoor seluas 68.000 m2, dan area outdoor seluas 40.000 m2.
"Jadi jika dilihat dari pamerannya, kenapa kita besar? Karena kita melakukan multi-industry di satu series nan sangat besar, nan komprehensif. Tidak hanya pameran, tapi juga ada konferensi, ada seminar, ada kompetisi, dan sudah hal-hal nan berkarakter juga fun untuk menjadi pamerannya sendiri," pungkas Hanung.
Dalam memperluas ekspansinya IEE Series 2026 juga diselenggarakan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada 10-12 Juni 2026 lalu. Pameran ini menghadirkan pameran Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil and Gas Indonesia. IEE Series Balikpapan 2026 diikuti lebih kurang 100 perusahaan nan menghadirkan sekitar 200 merek jual beli terkemuka dalam dan luar negeri dari kisaran 10 negara di area pameran dengan luas 5.000 meter persegi dalam satu ekosistem.
IEE Series 2026 juga memperluas platform industrinya dengan menghadirkan Indonesia Energy Week Surabaya pada 15-18 Juli 2026 di Grand City Convention and Exhibition Surabaya. Dalam penyelenggaraannya, Indonesia Energy Week Surabaya menghadirkan beragam solusi teknologi dan penemuan industri di sektor energi, kelistrikan, serta pengelolaan air dan utilitas industri. Rangkaian ini diperkuat oleh dua pameran utama dalam ekosistem IEE Series ialah Electric and Power Indonesia dan Water Indonesia.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·