IATA Siapkan Rp200 Miliar untuk Garap Infrastruktur Pelabuhan dan Conveyor

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |15:50 WIB

IATA Siapkan Rp200 Miliar untuk Garap Infrastruktur Pelabuhan dan Conveyor

PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) merealisasikan penyerapan shopping modal (capital expenditure/Capex) untuk memperkuat prasarana pertambangan terintegrasi. (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA - PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) merealisasikan penyerapan shopping modal (capital expenditure/Capex) untuk memperkuat prasarana pertambangan terintegrasi. Alokasi capex diprioritaskan untuk merampungkan pembangunan akomodasi pelabuhan (jetty) serta sistem conveyor di konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Arthaco Prima Energy (APE).

Wakil Direktur Utama IATA Kahar Chua menjelaskan, pengembangan sarana pendukung tersebut telah diinisiasi sejak kuartal II-2025 melalui penyiapan jalan angkut (hauling road) sepanjang 10 kilometer berstandar all-weather.

"Untuk CAPEX ini kita sedang tetap berkembang ya, lantaran untuk pelabuhan di APE, di IUP kita, Arthaco Prima Energi, tetap terus lanjut dibangun," ujar Kahar dalam Press Conference Launching Logo IATA di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Saat ini, pengerjaan proyek telah bersambung ke tahap penyelesaian area pelabuhan dengan daya tampung area penumpukan (stockpile) mencapai 300 ribu ton. Kapasitas pemuatan (loading) pelabuhan ini ditargetkan mencapai 300 ribu ton per bulan alias setara minimal 3 juta ton per tahun.

Kahar menambahkan bahwa perseroan menganggarkan biaya sekitar Rp200 miliar untuk menuntaskan proyek jetty tersebut. Porsi anggaran terbesar dialokasikan untuk pengadaan sistem conveyor heavy duty. Pihak manajemen saat ini tetap memfinalisasi obrolan berbareng sejumlah vendor untuk memilih spesifikasi terbaik.

"Tapi tidak hanya berakhir di situ, kita tetap tetap mempunyai anggaran nan sudah ditetapkan sebelumnya untuk membangun pelabuhan ini menjadi mempunyai conveyor. Tapi sekarang ini tetap dalam obrolan dengan beberapa vendor, lantaran kita memilih nan unggul untuk membangun conveyor nan mempunyai keahlian heavy duty agar mendukung tambang nan bakal kita produksi dan kita kirim di tahun-tahun berikutnya," jelas Kahar.

"Nilai nan sudah kita tetapkan itu untuk pembangunan conveyor itu, total pelabuhannya itu sekitar Rp200 miliar, jadi setelah itu sudah tahun sebelumnya, dan ini tetap ada berkelanjutan, lantaran nan unik paling besarnya adalah conveyornya," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com