Hyundai Recall Ratusan Ribu Mobil Terkait 2 Isu Keselamatan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, kembali melakukan penarikan kembali (recall) kendaraan dalam skala besar di sejumlah negara. Penarikan ini dilakukan akibat potensi akibat keselamatan, mulai dari kebakaran baterai hingga abnormal sabuk pengaman.

Di Australia, Hyundai menarik nyaris 5.000 kendaraan listrik (electric vehicle alias EV) menyusul temuan kesalahan pada perangkat lunak sistem manajemen baterai. Masalah ini berpotensi memicu korsleting listrik saat kendaraan sedang diisi daya alias apalagi saat diparkir.

Penarikan ini mencakup model Hyundai Kona EV produksi 2018-2023 dan Hyundai Ioniq EV produksi 2018-2022. Berdasarkan pengumuman otoritas transportasi setempat, sebanyak 3.478 unit Kona EV dan 1.402 unit Ioniq EV terdampak.

"Masalah perangkat lunak dalam Sistem Manajemen Baterai dapat menyebabkan korsleting listrik saat pengisian daya alias parkir, nan mengakibatkan kebakaran kendaraan," demikian pernyataan resmi otoritas transportasi federal Australia, seperti dikutip The Guardian, Jumat (10/4/2026).

Otoritas juga memperingatkan bahwa kebakaran kendaraan dapat meningkatkan akibat cedera serius hingga kematian, baik bagi penumpang maupun pengguna jalan lain.

Sebagai tindak lanjut, dealer Hyundai di Australia bakal melakukan pemeriksaan baterai serta pembaruan perangkat lunak alias perbaikan komponen jika diperlukan.

Penarikan di Australia ini merupakan bagian dari langkah dunia Hyundai nan sebelumnya telah memperingatkan sekitar 104.011 kendaraan di seluruh bumi mengenai potensi masalah serupa pada perangkat lunak baterai.

Meski demikian, info dari EV FireSafe mencatat kasus kebakaran kendaraan listrik di Australia relatif terbatas. Sepanjang 2021 hingga Maret 2026, hanya terdapat 13 kejadian kebakaran EV, dengan beragam penyebab mulai dari tabrakan hingga aspek eksternal.

Sementara itu di Amerika Serikat (AS), unit Hyundai Motor America juga mengumumkan penarikan lebih dari 294.000 kendaraan akibat abnormal pada komponen sabuk pengaman.

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), abnormal tersebut dapat menyebabkan jangkar sabuk pengaman terlepas, sehingga penumpang tidak tertahan dengan baik saat terjadi kecelakaan.

Adapun model nan terdampak meliputi Hyundai Ioniq 6, Genesis G90, serta Hyundai Santa Fe dan Santa Fe Hybrid. Regulator menyatakan dealer bakal melakukan pemeriksaan dan memperkuat alias mengganti komponen jangkar sabuk pengaman andaikan diperlukan.

Rangkaian penarikan ini menambah daftar panjang pertimbangan kualitas pada kendaraan Hyundai dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kasus penggantian baterai pada model Ioniq pada 2021 akibat abnormal produksi.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News