HYROX Resmi Debut di Indonesia, Catat Rekor Peserta Terbanyak di Asia-Pasifik

Sedang Trending 1 jam yang lalu
HYROX resmi debut di Indonesia. Foto: AirAsia HYROX Jakarta

HYROX, kompetisi indoor fitness nan menggabungkan lari dan latihan fungsional, resmi menggelar arena perdananya di Indonesia. Melalui AirAsia HYROX Jakarta, arena ini diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan berjalan 27-28 Juni 2026.

Menariknya, debut HYROX di Indonesia langsung mencetak rekor sebagai penyelenggaraan perdana dengan jumlah peserta terbanyak di area Asia-Pasifik. Selama dua hari penyelenggaraan, lebih dari 11.500 peserta diperkirakan bakal ikut bertanding. Angka tersebut tentunya menunjukkan minat masyarakat nan besar terhadap olahraga nan menggabungkan unsur kekuatan, daya tahan, dan organisasi tersebut.

Tak hanya diikuti peserta dari Indonesia, sekitar 35 persen peserta tercatat berasal dari luar negeri. Hal ini menjadikan Jakarta bukan hanya sebagai letak penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga destinasi olahraga baru di area Asia. Didukung AirAsia sebagai tittle partner, arena ini juga turut menghadirkan tiket penerbangan unik menuju Jakarta bagi peserta dan para supporters nan datang dari mancanegara.

HYROX jadi kejuaraan fitness nan bisa diikuti siapa saja

HYROX resmi debut di Indonesia. Foto: AirAsia HYROX Jakarta

HYROX berbeda dengan lomba lari maupun kejuaraan fitness pada umumnya. Setiap peserta kudu menyelesaikan delapan putaran, nan masing-masing terdiri dari lari sejauh satu kilometer, kemudian dilanjutkan dengan satu tantangan latihan fungsional.

Delapan tantangan tersebut meliputi 1.000 meter Ski Erg, sled pull, sled push, burpee broad jumps, rowing, farmers carry, sandbag lunges, hingga ditutup dengan 100 wall balls. Format ini diterapkan secara seragam di seluruh bumi sehingga hasil nan diperoleh peserta dapat dibandingkan dengan atlet HYROX dari negara lain.

Meski terlihat menantang, HYROX dirancang agar bisa diikuti oleh siapa saja. Tidak ada syarat kualifikasi maupun pemisah waktu penyelesaian nan kudu dipenuhi. Artinya, baik atlet profesional, pecinta gym, hingga mereka nan baru mulai rutin berolahraga tetap dapat ikut merasakan pengalaman bertanding.

Peserta pun bisa memilih beragam kategori, mulai dari Singles bagi nan mau bertanding sendiri, Doubles untuk berpasangan, Relay nan terdiri dari empat orang, hingga kategori Adaptive nan dirancang lebih inklusif.

"Kami sangat antusias membawa HYROX ke Indonesia untuk pertama kalinya. Dengan salah satu organisasi fitness nan paling bergerak dan berkembang pesat di area ini, kami memandang semakin banyak orang beranjak ke latihan nan mengedepankan organisasi dan performa. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai rumah nan tepat bagi HYROX," ujar Will Petty, Regional Events Manager Southeast Asia HYROX.

Menurut Will, kehadiran HYROX di Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem olahraga hybrid nan tengah berkembang. Selain menghadirkan tantangan baru bagi para pencinta kebugaran, kejuaraan ini juga membuka kesempatan bagi peserta lokal untuk menjadi bagian dari organisasi HYROX dunia nan tersebar di beragam negara.

HYROX resmi debut di Indonesia. Foto: AirAsia HYROX Jakarta

Setelah menyelesaikan perlombaan, setiap peserta bakal memperoleh hasil waktu resmi, rincian performa di setiap stasiun latihan, posisi di papan peringkat, serta HYROX Finisher Patch sebagai tanda bahwa mereka sukses menaklukkan seluruh rangkaian tantangan. Bagi masyarakat nan mau ikut bertanding maupun menyaksikan langsung, pendaftaran AirAsia HYROX Jakarta telah dibuka melalui situs resmi HYROX Indonesia.

Diikuti banyak wanita handal dari beragam negara

HYROX resmi debut di Indonesia. Foto: AirAsia HYROX Jakarta

HYROX merupakan olahraga 'next level' lantaran menggabungkan antara ketahanan dan functional finess. Namun meski terlihat menantang, banyak wanita nan tertarik dan berani mengikuti race ini. Tentunya dengan sederet persiapan nan matang dan konsisten.

Salah satu peserta asal Filipina, Marriel (25) menyebut bahwa latihan nan dia lakukan sebelum kejuaraan ini di antaranya adalah lari speed interval dan latihan HYROX nan dilakukan 3-4 kali dalam seminggu.

"Aku dan mitra saya kita latihan speed dan juga lari," ujar Marriel kepada kumparanWOMAN di NICE PIK 2, Sabtu (27/6). Senada, Winda peserta asal Indonesia juga mengaku konsisten dengan menu latihannya sejak tahun lalu.

"Yang pasti latihan lari dan latihan strenght training. Mulai dari November tahun lampau juga sudah ikut simulasi-simulasi," ujar Winda.

Untuk para perempuan, HYROX menggelar beragam kategori mula dari open women, doubles women, pro women, mixed doubles, relay women, dan mixed relay.

HYROX pertama kali didirikan di Jerman pada 2017 dengan sekitar 650 peserta. Dalam waktu kurang dari satu dekade, kejuaraan ini berkembang pesat dan sekarang telah datang di lebih dari 30 negara dan wilayah. Pada musim kejuaraan 2025/2026, jumlah pesertanya telah melampaui 1,3 juta orang. Setelah Kejuaraan Dunia HYROX 2026 nan digelar di Stockholm, Swedia, organisasi ini menargetkan lebih dari 2 juta peserta pada musim berikutnya di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia-Pasifik.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan