Schisandra Chinensis Manfaat Ganda untuk Hati dan Otak yang Jarang Diketahui

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Schisandra chinensis manfaat buah lima rasa (wu wei zi) untuk hati dan otak. Photo by GPT AI

Ada buah mini dari pegunungan di Tiongkok nan sudah digunakan sejak Dinasti Han lebih dari 2.000 tahun lalu, dan sekarang mulai menarik perhatian serius para intelektual modern.

Namanya Schisandra chinensis, dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai wu wei zi alias buah lima rasa lantaran menyatukan rasa manis, asam, asin, pahit, dan pedas dalam satu buah kecil. nan lebih menarik dari rasanya adalah apa nan terjadi di dalam tubuh saat Anda mengonsumsinya.

Schisandra Chinensis Manfaat nan Sudah Diteliti Ribuan Tahun

Penggunaan obatnya tercatat sejak Dinasti Han Timur tahun 25 hingga 220 Masehi dalam Shennong Bencao Jing alias Divine Farmer's Materia Medica, di mana tanaman ini didokumentasikan mempunyai sifat astringen, menguatkan qi (energi vital tubuh), menghasilkan cairan tubuh, menutrisi ginjal, dan menenangkan jantung.

Tanaman ini menarik perhatian semakin banyak intelektual di seluruh bumi terutama lantaran sifat obatnya. Fokus penelitian diarahkan pada dampaknya terhadap sistem imun, kegunaan hati, izin hormonal, dan sifat antioksidannya.

Pelindung Hati nan Sudah Dibuktikan

Dari semua klaim tentang Schisandra chinensis, perlindungan terhadap hati adalah nan paling kuat bukti ilmiahnya. Lignan aktif dalam Schisandra chinensis termasuk schisandrin dan gomisins telah menunjukkan sifat antiinflamasi, antioksidan, dan hepatoprotektif dalam beragam studi awal. Dengan meningkatnya nomor penyakit hati kronis secara global, ada minat nan besar terhadap peran terapeutik potensial Schisandra chinensis.

Penelitian Zhang terbaru mengkonfirmasi bahwa gomisin N secara signifikan menurunkan kadar TNF-alfa, IL-6, dan IL-1 beta dalam model tikus dengan peradangan hati. Selain itu ekstrak etanol biji Schisandra chinensis terbukti menghalang aktivasi sel stelat hepatik nan merupakan pemain kunci dalam perkembangan fibrosis hati. Fibrosis hati adalah kondisi serius nan bisa berkembang menjadi sirosis. Fakta bahwa Schisandra chinensis menunjukkan potensi menghalang proses ini menjadikannya objek penelitian nan sangat relevan.

Adaptogen nan Bekerja di Otak

Selain hati, tanaman ini punya jalur kerja nan menarik di sistem saraf. Schisandra chinensis dikenal lantaran sifat adaptogeniknya nan unik. Ia secara tradisional digunakan untuk meningkatkan performa fisik, melawan stres, meningkatkan kegunaan mental, dan mendukung kesehatan hati. Penelitian pengetahuan obat modern mengungkapkan bahwa Schisandra chinensis mempunyai sifat antiinflamasi, imunomodulatori, antitusif, dan antiastmatik, menjadikannya berbobot klinis dalam menangani gangguan sistem saraf pusat, sistem kardiovaskular, sistem pencernaan, dan sistem endokrin.

Dalam studi tentang Alzheimer, schisandrin B nan merupakan lignan utama dalam tanaman ini menunjukkan pengaruh neuroprotektif terhadap neuron nan rusak akibat protein amiloid. Ini tetap dalam tahap awal penelitian, tapi arahnya menjanjikan.

Satu Tanaman, Banyak Mekanisme

Yang membuat Schisandra chinesis menarik secara ilmiah adalah langkah kerjanya nan tidak tunggal. Schisandra chinensis mengandung beragam senyawa bioaktif dengan aktivitas biologis signifikan termasuk lignan, flavonoid, masam fenolik, triterpenoid, masam organik, dan minyak esensial.

Berbeda dari obat sintetis nan biasanya menarget satu jalur biologis saja, Schisandra chinensis bekerja melalui beberapa sistem sekaligus ialah antioksidan, antiinflamasi, adaptogenik, dan hepatoprotektif. Inilah nan membikin tanaman ini begitu menarik sekaligus kompleks untuk diteliti.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan