, KANDANGAN, – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengangkat kepahlawanan dua tokoh daerah, Tumenggung Antaluddin dan Datu Durabu, sebagai upaya strategis memperkuat literasi sejarah lokal bagi generasi mendatang. Langkah ini diambil untuk membangun karakter generasi muda melalui pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Wakil Bupati HSS Suriani di Kandangan, Kamis, menyatakan bahwa daerahnya mempunyai tokoh-tokoh dengan kepahlawanan luar biasa nan kudu terus dikenang. "Ini sebagai upaya kita membangun karakter generasi muda melalui penguatan literasi sejarah dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal, di mana ada tokoh-tokoh mempunyai kepahlawanan luar biasa di wilayah kita," ujarnya.
Pemerintah wilayah melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar seminar sejarah rekognisi serta internalisasi kepahlawanan Tumenggung Antaluddin pada masa perjuangan tahun 1860 dan Datu Durabu. Tujuannya agar jasa-jasa mereka bagi wilayah dan negeri ini selalu diingat hingga generasi mendatang.
Menghadirkan Perspektif Keturunan Langsung
Kegiatan nan dihadiri para pembimbing mata pelajaran IPS tingkat SMP dan SMA, serta sejumlah sastrawan dan seniman ini menghadirkan dua tokoh juriat alias keturunan dari tokoh sejarah wilayah tersebut. Mereka adalah Fachruddin K dari juriat Tumenggung Antaluddin dan Muhammad Iqbal Albaqir dari juriat Datu Durabu.
Keduanya memberikan perspektif lebih mendalam mengenai perjuangan dan keteladanan para tokoh nan telah menjadi bagian krusial dari sejarah Kabupaten HSS. "Seminar ini mempunyai peran strategis dalam memperkuat literasi sejarah lokal, sekaligus membentuk karakter generasi muda nan berakar pada nilai-nilai luhur daerah," kata Suriani.
Menurut dia, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran nan memberikan arah bagi kehidupan hari ini dan masa depan. "Melalui sejarah, kita memahami identitas, mengenal jati diri daerah, serta memetik nilai-nilai luhur nan diwariskan para pendahulu,” ucapnya.
Warisan Nilai Kepahlawanan untuk Generasi Muda
Ia menegaskan bahwa Kabupaten HSS mempunyai kekayaan sejarah nan berharga, termasuk keteladanan dan perjuangan dua tokoh besar wilayah tersebut. Nilai-nilai kepahlawanan nan diwariskan, seperti keberanian, integritas, pengabdian, semangat juang, dan kecintaan terhadap masyarakat, kudu terus dikenalkan, dipahami, serta diwariskan kepada generasi muda.
Wabup Suriani menjelaskan di tengah pesatnya perkembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi, tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda semakin kompleks. Oleh lantaran itu, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada peningkatan kapabilitas intelektual, tetapi juga penguatan karakter, integritas, tanggung jawab, semangat kebangsaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap wilayah dan budaya.
"Para peserta kita harapkan dapat memperoleh pemahaman nan lebih komprehensif mengenai sejarah perjuangan para tokoh daerah, sekaligus bisa menginternalisasikan nilai-nilai kepahlawanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat," ujarnya.
Dia membujuk seluruh peserta seminar menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi dan motivasi membangun masa depan Kabupaten HSS nan lebih maju, berkarakter, dan berkekuatan saing.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·