Jakarta, CNN Indonesia --
Advokat senior Hotman Paris Hutapea buka bunyi soal selebritas nan juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad terseret dalam kasus dugaan suap mengenai importasi peralatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Hotman mengaku dirinya telah diminta Raffi untuk memberikan pendampingan norma setelah terseret dalam perkara tersebut.
Menurut Hotman, Raffi Ahmad dinistakan oleh pihak-pihak tertentu dalam perkara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Raffi Ahmad telepon saya, minta pendampingan norma melawan semua nan telah memfitnah dia, ya, katanya nama dia disebut-sebut dalam sidang, sidang soal Blueray Cargo import," kata Hotman dalam video nan diunggah di akun Instagramnya @hotmanparisofficial seperti dikutip Selasa (9/6).
Dalam video lainnya, Hotman mengungkapkan kepergian Raffi ke Amerika Serikat itu tidak seorang diri, tapi juga ada selebritas lainnya.
Hotman menyebut sejumlah nama selebritas papan atas Indonesia dari mulai Ariel Noah hingga Gading Martin.
"Orang-orang nan ada di tempat tersebut pada waktu itu, waktu makan di Awang Kitchen di New York City adalah ada nama Ariel Noah, ada nama Desta, dan Gading Martin. Waktu itu mereka mengunjungi Awang Kitchen, satu restoran terkenal di New York, Amerika Serikat," tutur dia.
"Tapi, kok tiba-tiba nama Raffi Ahmad oleh para oknum nan tidak suka, malah dia diviralkan, diviralkan, dibuat nistaan bahwa seolah-olah Rafi Ahmad terlibat dalam skandal, skandal impor Blueray cargo, ya, Blueray cargo nan melibatkan oknum Bea dan Cukai," sambungnya.
Hotman belum berbincang lebih lanjut ihwal terseretnya Raffi dalam kasus tersebut. Dia hanya menerangkan berbareng Raffi Ahmad bakal menggelar konvensi pers pada Kamis (11/6) untuk berbincang lebih lanjut ihwal perkara terseret dalam kasus rasuah di lingkungan bea cukai tersebut.
"Ketemu hari Kamis jam 02.00 siang di tempat nan bakal ditentukan, Hotman dan Raffi Ahmad bakal melakukan konvensi pers di Jakarta," ucap Hotman.
CNNIndonesia.com sudah menghubungi perwakilan Raffi Ahmad mengenai berita tersebut, tapi belum mendapatkan respons.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi nama Raffi Ahmad, disebut dalam kasus dugaan suap mengenai importasi peralatan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan nama Raffi muncul lantaran dirinya sempat berjamu ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitip alias mengirimkan sejumlah peralatan elektronik ke Indonesia, seperti iPhone 17.
"Betul, ada kebenaran kerabat RA [Raffi Ahmad] itu menitip," ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6) malam.
Nama Raffi pertama kali muncul pada persidangan nan berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6) dalam perkara dengan terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan.
Awalnya, jaksa KPK menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti namalain Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) mengenai permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, nan merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.
"Ibu pernah diminta support untuk, ini ada di chat komunikasi WA (WhatsApp) ibu, ibu pernah diminta support untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?" tanya jaksa dalam persidangan Jumat (5/6).
Tuti pun membenarkan komunikasi antara dirinya dengan Yohanes. Namun, dia menyatakan enggan memenuhi permintaan dimaksud.
Tak hanya itu, nama Raffi juga tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes. Hal ini sempat ditanyakan jaksa dalam persidangan pada Rabu (20/5).
"Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blueray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, gimana ini saksi?" tanya jaksa.
Yohanes lantas menjelaskan bahwa Nelwan merupakan Kepala Divisi Blueray Cargo di AS. Saat itu, Raffi sedang berlibur.
"Izin saya jelaskan. Jadi, lagi itu dari Ko Nelwan, dia kepala bagian Amerika, dia ada apa si Raffi lagi jalan-jalan ke Amerika, mau titip handphone. Itu iPhone 17 jika enggak salah baru keluar, buat masukin," jawab Yohanes.
Yohanes pun menyatakan bahwa iPhone 17 tersebut tidak jadi dikirimkan ke Indonesia.
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·