Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkapkan Jepang belum dapat mengoperasikan helikopter Chinook untuk membantu padamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimatan Barat lantaran tak kuasa menghadapi buruknya jarak pandang.
"Kami bisa sampaikan bahwa support helikopter Jepang saat ini sudah tiba di Kalimantan Barat namun belum dapat dioperasikan lantaran memang visibility sangat rendah," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan saat konvensi pers, Selasa (15/9).
BNPB melaporkan jarak pandang di Kalimantan Barat sekarang kurang dari satu kilometer. Jarak pandang ini bertindak di wilayah Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi ini, Berton sebut Jepang baru bakal melaksanakan operasi ketika jarak pandang sudah membaik.
"Pihak Jepang mau melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," jelasnya.
Sebelumnya, sebagai respons atas permintaan pemerintah Indonesia, Jepang mengumumkan pihaknya bakal membantu menangani karhutla. Bantuan ini datang dalam corak tiga helikopter JGSDF CH-47 nan dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki, tulis Kementerian Pertahanan Jepang, Jumat (28/8).
Kemudian, 3 helikopter berat CH-47 Chinook ini sampai di Mempawah, Kamis (10/9), dilansir dari ANTARA. Ketiga unit tersebut direncanakan bakal membantu pemadaman dari udara serta mengangkut logistik nan susah dijangkau dari jalur darat.
(mou/dal)
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·