Heboh Kesehatan Mental Trump Disorot, Disebut Tak Sehat hingga Gila

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perilaku Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan tajam setelah serangkaian pernyataan ekstrem dan tidak teratur memicu debat luas soal kondisi mentalnya. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump melontarkan ancaman untuk "menghapus Iran dari peta" hingga menyerang pemimpin Gereja Katolik, nan memicu kekhawatiran lintas spektrum politik.

Pernyataan-pernyataan Trump dinilai semakin susah diikuti, tidak koheren, dan kerap bersuara agresif. Salah satu nan paling menuai perhatian adalah ancamannya bahwa "seluruh peradaban bakal meninggal malam ini" jika bentrok meningkat.

Komentar tersebut memperkuat persepsi sebagian pihak bahwa style komunikasinya telah melampaui retorika politik biasa. Kesehatan mental sang Presiden pun disorot.

Lalu apakah betul kondisi mental Trump sedang "bermasalah"?

Gedung Putih membantah tudingan tersebut. Juru bicara kepresidenan, Davis Ingle, menegaskan bahwa Trump tetap dalam kondisi prima.

"Ketajaman Presiden Trump, daya nan tak tertandingi, dan aksesibilitas historisnya sangat kontras dengan apa nan kita lihat selama empat tahun terakhir," ujarnya, seperti dikutip New York Times, Rabu (15/4/2026).

Sebuah unggahan di akun Truth Social milik Presiden AS Donald Trump menampilkan gambar dirinya nan dihasilkan oleh AI, nan tampaknya sebagai Yesus, pada tanggal 12 April 2026. @realDonaldTrump/Truth Social/Handout via REUTERSFoto: via REUTERS/@realDonaldTrump


Tak Sehat hingga Gila

Namun, kritik justru datang tidak hanya dari oposisi, tetapi juga dari kalangan konservatif dan mantan sekutu. Mantan personil DPR dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, menyebut ancaman terhadap Iran bukan sekadar retorika keras.

"Itu bukan retorika keras, melainkan kegilaan," katanya kepada CNN International.

Kekhawatiran juga datang dari mantan orang dalam Gedung Putih, Ty Cobb, nan pernah menjadi pengacara Trump. Ia menyebutnya sebagai "seorang laki-laki nan jelas-jelas gila".

Hal senada diungkapkan mantan sekretaris pers Stephanie Grisham. Dirinya menilai Trump "jelas tidak sehat."

Di sisi lain, Partai Demokrat kembali mendorong penggunaan Amandemen ke-25 untuk mencopot presiden jika dianggap tidak bisa menjalankan tugas. Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menyebut Trump sebagai "orang nan sangat sakit" sementara Hakeem Jeffries menilai presiden "tidak waras dan di luar kendali."

Bahkan, Jamie Raskin telah meminta pertimbangan medis resmi terhadap Trump. Dalam suratnya, dia menyoroti "tanda-tanda nan konsisten dengan penurunan kognitif" serta perilaku nan semakin "tidak koheren dan mengancam".

Strategi Politik?

Meski demikian, pendukung Trump menilai perilaku tersebut sebagai strategi politik. Kolumnis Liz Peek menyebut Trump "tahu persis apa nan dia lakukan" dan menggunakan tekanan ekstrem sebagai bagian dari pendekatan diplomasi.

Trump sendiri membalas kritik dengan pernyataan bersuara keras di media sosial. Ia menyebut para pengkritiknya mempunyai "IQ rendah" dan menuding mereka sebagai "orang gila" nan mencari publisitas murahan.

Perlu diketahui, info survei menunjukkan kekhawatiran publik terus meningkat. Jajak pendapat Reuters/Ipsos pada Februari mencatat 61% penduduk AS menilai Trump semakin tidak stabil seiring usia, sementara hanya 45% nan menganggapnya tetap tajam secara mental. Jumlah ini turun dari 54% pada 2023.

Perdebatan soal kesehatan mental presiden bukan perihal baru dalam sejarah AS. Tokoh seperti Abraham Lincoln hingga Ronald Reagan pernah menghadapi spekulasi serupa. 

(tfa/sef/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News