
Kapal Pertamina (Foto: Okezone)
JAKARTA - Beredar video viral nan menyebut kapal milik Pertamina Internasional Shipping (PIS) Gamsunoro di Selat Hormuz banyak diisi Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan India.
Menurut master kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Raja Oloan Saut Gurning menjelaskan, pengoperasian Kapal MT Gamsunoro milik PIS nan saat ini mengangkut kargo pihak ketiga adalah praktik upaya legal di bumi pelayaran.
Praktik sewa-menyewa kapal seperti itu juga plural dilakukan beragam perusahaan, antara lain untuk meningkatkan kapabilitas angkut tahunan.
”Tentu saja, itu legal secara internasional, business practice -nya. Kenapa Gamsunoro ke negara lain untuk bawa kargo? Karena memang utilisasinya kudu terpenuhi, sehingga mendapat return dan bisa kembali modal. Nah sementara kontrak-kontrak jangka panjang kita, kan tripnya nggak banyak,” kata Saut di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Karena itulah, seperti plural dilakukan upaya kapal lain, maka kapal Gamnusoro juga kudu mencari additional voyages alias trips.
Dalam perihal ini, melakukan pengangkutan kargo pihak ketiga, bukan kargo pemilik kapal.
”Jadi seperti itu. Secara umum, Gamnusoro punya penjelasan business practice umumnya. Itu sebagai usaha-usaha untuk meningkatkan annual carrying capacity,” katanya.
Jika dianalogikan dengan transportasi darat, Saut sependapat dengan kondisi pola pikulan truk. Misal jika truk berangkat membawa barang, maka ketika pulang, bisa menyewakan untuk pikulan peralatan lain agar tidak kembali dengan kondisi kosong.
Saut juga menyebut, bahwa pemanfaatan Gamnusoro untuk pengangkutan kargo pihak ketiga, tidak mempengaruhi pengadaan minyak di dalam negeri. Pasalnya, pemanfaatan tersebut tentu hanya dilakukan PIS di luar perjanjian jangka panjangnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·