Hasto Harap Pertemuan Megawati-Prabowo Bahas Arah Strategis Bangsa

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berambisi pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI saat idalam aktivitas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi momentum membahas beragam rumor strategis mengenai arah bangsa ke depan.

Sebagai informasi, baik Prabowo dan Megawati saat ini sama-sama ketua umum partai politik besar di Indonesia saat ini ialah Gerindra dan PDIP.

Hasto mengatakan aktivitas nan digelar BPIP mengenai Hari Lahir Pancasila itu merupakan aktivitas kenegaraan nan mempertemukan sejumlah tokoh krusial nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh lantaran itu, katanya, pertemuan antara Prabowo dan Megawati dinilai mempunyai makna krusial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Ini kan aktivitas kenegaraan nan dilakukan dan sebagai pelaksananya adalah BPIP, tentu ini juga menjadi momentum nan baik bagi para pemimpin bangsa, pemimpin negara, pemimpin pemerintahan untuk bertemu," kata Hasto usai memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di laman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

Menurutnya, Megawati sebagai Presiden kelima RI mempunyai pengalaman panjang dalam memimpin negara. Selain itu, hubungan individual nan baik antara Megawati dan Prabowo juga menjadi modal krusial dalam membangun komunikasi mengenai beragam persoalan kebangsaan.

Hasto menyebut keduanya mempunyai kapabilitas dan pengalaman nan dapat menjadi kontribusi krusial bagi perjalanan Indonesia ke depan.

"Antara Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati Sukarnoputri, beliau adalah Presiden kelima nan punya banyak pengalaman dan juga mempunyai hubungan baik, kedekatan secara individual dengan Presiden Prabowo," jelasnya.

Dalam arahannya, Hasto memang menyampaikan keresahan Megawati mengenai beragam permasalah bangsa Indonesia, termasuk kasus norma nan menimpa petani mini di Aceh.

Ia menceritakan gimana penduduk nan berupaya secara berdikari mengembangkan bibit justru kudu berujung di penjara.

"Ibu Mega sangat mengkhawatirkan ketika rakyat berinovasi di Aceh, mencoba mengembangkan bibit dengan seluruh tradisi penelitian nan hidup di kalangan rakyat, rupanya justru dipenjarakan oleh abdi negara penegak hukum. Ini tindakan anti-inovasi," jelasnya.

Kritik tajam kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia

Selain itu, Hasto menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi dan fiskal nan dinilainya mengkhawatirkan, khususnya soal pelemahan rupiah dan shopping negara.

"Defisit transaksi melangkah pada kuartal pertama 2026 dan keseimbangan primer nan negatif dalam APBN kita sangatlah mengkhawatirkan. Utang kudu dibayar dengan utang, gali lubang tutup lubang. Terlebih dengan pelemahan rupiah akhir-akhir ini nan menggambarkan adanya persoalan nan berkarakter struktural dan ada persoalan mengenai dengan kepercayaan," ujar Hasto.

Menurut Hasto, usulan rekonsolidasi fiskal nan digagas PDIP melalui tema Fiscal Resilience (Ketahanan Fiskal) rupanya tetap diwarnai beragam corak shopping negara nan berkarakter populis dengan angan elektoral.

Oleh karena itu, dia berambisi pertemuan kedua tokoh tersebut dapat dimanfaatkan untuk berganti pandangan mengenai beragam tantangan nan tengah dihadapi Indonesia, baik dalam bagian ekonomi, politik maupun pembangunan nasional.

Menurutnya, komunikasi antarpemimpin bangsa menjadi krusial untuk menjaga kesinambungan arah pembangunan dan memperkuat persatuan nasional.

"Sehingga pertemuan itu kita harapkan bakal membahas hal-hal nan strategis tentang beragam arah bangsa dan negara ke depan," ujar Hasto.

(del/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional