Haruskah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Jawaban Ahli dan Fakta Ilmiahnya

Sedang Trending 17 jam yang lalu
Haruskah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Jawaban Ahli dan Fakta Ilmiahnya Ilustrasi(Pinterest)

MENCUCI beras sebelum dimasak sudah menjadi ritual turun-temurun di beragam bagian dunia, termasuk Indonesia. Alasan utamanya sering kali adalah untuk membersihkan kotoran serta mengurangi kelekatan agar nasi menjadi pulen dan terpisah-pisah (pera). Namun, dari perspektif pandang sains, apakah langkah ini betul-betul wajib dilakukan?

Para mahir kuliner sepakat mencuci beras dapat menghilangkan lapisan pati (amilosa) nan menempel di permukaan butiran akibat proses penggilingan. Ketika beras dicuci, air nan keruh menunjukkan hilangnya pati bebas tersebut. Jika tidak dicuci, pati ini bakal membikin nasi menjadi lengket dan menggumpal saat matang. Meski begitu, sebuah studi kuliner menunjukkan mencuci beras sebenarnya tidak memengaruhi kelembutan alias tekstur bagian dalam nasi, lantaran karakter utama nasi tetap ditentukan oleh varietas beras itu sendiri.

Selain urusan tekstur dan estetika hidangan, mencuci beras belakangan ini sering dikaitkan dengan aspek kesehatan, mulai dari membersihkan debu, menghilangkan mikroplastik, hingga mengurangi unsur berbisa seperti arsenik.

Proses pencucian terbukti efektif membilas sisa debu, sekam, alias serangga mini nan mungkin tertinggal selama proses pengemasan dan distribusi. Di era modern, penelitian juga menunjukkan mencuci beras dengan air mengalir dapat membilas hingga seperempat bagian dari mikroplastik nan menempel pada beras akibat penggunaan bungkusan plastik.

Manfaat kesehatan nan paling signifikan dari mencuci beras adalah kemampuannya untuk mengurangi kadar arsenik. Tanaman padi dikenal sangat mudah menyerap arsenik dari tanah dan air dibandingkan tanaman pangan lainnya. Paparan arsenik jangka panjang tentu rawan bagi tubuh. Berdasarkan penelitian, mencuci beras dengan air bersih secara berulang dapat menghilangkan sekitar 90% arsenik nan mudah larut.

Namun, mencuci beras juga mempunyai pengaruh samping nan perlu dipertimbangkan. Proses pembilasan nan terlalu sering alias merendam beras terlalu lama dapat melarutkan nutrisi krusial nan larut dalam air, seperti vitamin B (termasuk tiamin, niasin, dan folat), serta unsur besi.

Kesimpulannya, mencuci beras sangat direkomendasikan demi kebersihan, estetika tekstur nasi, dan pengurangan unsur kimia rawan seperti arsenik serta mikroplastik. Namun, agar nutrisinya tidak lenyap terbuang, Anda cukup mencucinya sebanyak dua hingga tiga kali saja dengan air bersih mengalir tanpa perlu merendamnya terlalu lama. (Live Science/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia