Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Asal-usul dan Tema Tahun Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Hari Kebebasan Pers Sedunia alias World Press Freedom Day (WPFD) diperingati pada tanggal 3 Mei. Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia adalah hari support bagi media nan menjadi sasaran pembatasan, alias penghapusan, kebebasan pers.

Melansir situs UNESCO, tanggal 3 Mei juga sebagai pengingat bagi pemerintah bakal perlunya menghormati komitmen mereka terhadap kebebasan pers dan juga merupakan hari refleksi di kalangan ahli media tentang isu-isu kebebasan pers dan etika profesional.

Berikut ulasan seputar Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026.

Asal-usul Hari Kebebasan Pers Sedunia

Setiap tahun, tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia untuk merayakan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers, mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia, memihak media dari serangan terhadap kemerdekaan mereka, dan memberikan penghormatan kepada para wartawan nan telah gugur dalam menjalankan profesinya.

Hari Kebebasan Pers Sedunia diproklamasikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993 menyusul Rekomendasi nan diadopsi pada sesi ke-26 Konferensi Umum UNESCO pada tahun 1991. Hal ini merupakan tanggapan terhadap seruan para wartawan Afrika nan pada tahun 1991 menghasilkan Deklarasi Windhoek nan menjadi tonggak sejarah.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

Konferensi Global Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 "Shaping a Future at Peace" bakal diadakan pada tanggal 4-5 Mei di Lusaka, Zambia. Konferensi ini bakal menawarkan momen krusial untuk menegaskan kembali kebebasan berekspresi, baik sebagai pengungkit normatif maupun empiris untuk membentuk masa depan masyarakat informasi.

Konferensi ini bakal diselenggarakan berbareng dengan Pemerintah Zambia dan diorganisir secara berurutan dengan RightsCon 2026. Acara ini bakal mempertemukan para pendukung kebebasan pers dan organisasi kewenangan digital pada saat batas-batas antara jurnalisme, teknologi, ruang sipil, dan kewenangan asasi manusia semakin saling terkait.

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 mengangkat tema "Shaping a Future at Peace". Berdasarkan tren dunia nan diidentifikasi oleh laporan UNESCO, Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 bakal berfokus pada tiga pilar nan saling mengenai nan membahas akibat struktural dan solusi nan berorientasi ke masa depan:

1. Kebebasan Pers, Perdamaian, Keamanan, dan Pembangunan Ekonomi

Mengkaji peran kewartawanan independen sebagai syarat kepercayaan, pemahaman bersama, pembangunan ekonomi, dan keamanan nasional, khususnya dalam konteks konflik, krisis, pemulihan, dan pembangunan perdamaian, dengan mengakui bahwa melindungi jurnalis, khususnya wartawan perempuan, tidak dapat dipisahkan dari melindungi kewenangan masyarakat atas informasi.

2. Transformasi Digital, Kecerdasan Buatan, dan Integritas Informasi

Menganalisis gimana platform digital, algoritma hingga kepintaran buatan membentuk kembali kebebasan berekspresi, independensi media, dan kepercayaan publik, dan gimana literasi media dan info serta kerangka kerja tata kelola nan berdasarkan kewenangan asasi manusia dan kesetaraan kelamin dapat menanggapi transformasi ini.

3. Keberlangsungan, Pluralisme, dan Inklusi Media

Menjelajahi jalur menuju ekosistem media nan berkelanjutan, independen, dan pluralistik di era digital, termasuk support untuk media lokal dan kepentingan publik, respons terhadap kekuasaan platform, dan penyesuaian terhadap transformasi digital. Ingatlah bahwa jalur-jalur ini sangat krusial untuk memajukan kesetaraan gender, termasuk suara-suara nan terpinggirkan, dan melibatkan audiens muda. (kny/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News