Harga Solar Non Subsidi Naik Tinggi, Begini Efek Dominonya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM) dan LPG non subsidi bakal memicu pengaruh domino. Mulai dari tekanan inflasi hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Bhima lonjakan nilai daya non subsidi bakal ditransmisikan langsung ke inflasi, baik dari sisi daya maupun pangan. Sebagai contoh, kenaikan nilai BBM seperti Pertamax Turbo berpotensi menggeser konsumsi masyarakat ke jenis BBM nan lebih murah seperti Pertamax.

"Tapi di sisi nan lain nan agak mengkhawatirkan itu Pertamina Dex naiknya 60% itu padahal Pertamina Dex itu digunakan juga untuk mesin industri perangkat alat berat apalagi truk logistik banyak menggunakan Pertamina Dex," ujar Bhima kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

Bhima menilai kenaikan BBM jenis Pertamina Dex bakal mendorong kenaikan biaya logistik nan pada akhirnya diteruskan ke nilai peralatan dan jasa di tingkat konsumen. Dampaknya, tekanan inflasi tidak hanya datang dari daya tetapi juga merambat ke sektor pangan dan konsumsi sehari-hari.

"Nah satu nan kudu diperhatikan pemerintah kudu kasih kompensasi ke industri ke pelaku upaya logistik juga jika gak kelak harganya lebih tinggi di level retail alias konsumen produk-produk peralatan maupun jasa juga," ujar Bhima.

Dari sisi konsumsi, golongan menengah diperkirakan bakal mulai menahan shopping dan lebih konsentrasi pada kebutuhan pokok. Sektor pariwisata pun dinilai berpotensi terdampak akibat kenaikan biaya transportasi dan konsumsi seperti sewa kendaraan serta nilai makanan dan minuman.

"Pariwisata juga bakal terdampak sektor pariwisata nya juga bakal lebih melambat lantaran biaya sewa mobil. Itu juga biaya makan minum bakal naik dan pertumbuhan ekonominya bisa di bawah nomor 5% ya proyeksinya 4,7% di 2026 ini," kata dia.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian nilai BBM non subsidi dipengaruhi oleh dinamika nilai pasar dunia serta kondisi geopolitik. Hal serupa juga bertindak pada kenaikan nilai LPG non subsidi.

"Penyesuaian nilai LPG NPSO (Non Subsidi) ini kurang lebih sama dengan BBM NPSO dipengaruhi nilai pasar dan kondisi geopolitik saat ini ya," kata Roberth kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News