Meski nilai sayuran hijau relatif stabil, biaya shopping harian tetap meningkat lantaran ramuan dapur belum mengalami penurunan signifikan.(MI/Hendri Kremer)
HARGA sayur mayur di sejumlah pasar tradisional Kota Batam terpantau tetap memperkuat tinggi hingga pertengahan Juni 2026. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk lebih jeli mengatur pengeluaran lantaran biaya shopping kebutuhan dapur belum menunjukkan tren penurunan nan signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (13/6), sejumlah komoditas sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi tetap dibanderol pada kisaran Rp20.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Meski nilai tersebut relatif stabil dalam beberapa hari terakhir, para konsumen menilai nomor tersebut tetap cukup tinggi dibandingkan kondisi normal.
Tekanan nilai paling mencolok terjadi pada komoditas ramuan dapur. Cabai rawit merah saat ini tetap berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp85.000 per kilogram. Sementara itu, cabe merah keriting dijual bervariasi antara Rp55.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Komoditas bawang juga belum mengalami penurunan nilai nan berarti. Bawang merah tetap dipasarkan sekitar Rp45.000 hingga Rp55.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Kendala Pasokan dari Luar Daerah
Marwan, 55, salah seorang pedagang sayur di Batam, mengungkapkan bahwa tingginya nilai cabe dan bawang disebabkan oleh alur pasokan dari luar wilayah nan belum lancar. Sebagai wilayah kepulauan, Batam sangat berjuntai pada kiriman dari Sumatra dan Jawa.
“Kalau peralatan datang banyak, nilai bisa turun. Tapi jika kiriman terlambat alias stok sedikit, nilai langsung naik. Kami pedagang hanya mengikuti nilai dari pemasok,” ujar Marwan.
Ia menambahkan, kondisi ini berakibat langsung pada daya beli masyarakat. Konsumen sekarang condong mengurangi volume pembelian untuk menyiasati tingginya harga.
“Biasanya beli satu kilo, sekarang banyak nan beli seperempat alias separuh kilo saja. Mereka tetap butuh, tapi menyesuaikan duit belanja,” imbuhnya.
Konsumen Keluhkan Biaya Dapur
Hal senada diungkapkan Yani, 25, seorang ibu rumah tangga nan ditemui di pasar tradisional. Ia mengaku kudu memutar otak agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi tanpa membengkakkan anggaran rumah tangga.
“Harga cabe dan bawang tetap mahal. Mau tidak mau kudu mengurangi jumlah shopping agar pengeluaran tidak terlalu besar. Kami berambisi nilai bisa segera turun lantaran ramuan dapur ini dipakai setiap hari untuk memasak,” keluh Yani.
Selain aspek pasokan nan belum stabil, para pedagang menyebut biaya logistik dan kondisi cuaca di wilayah asal pengirim turut memengaruhi perubahan nilai di tingkat pengecer. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan nilai secara menyeluruh di pasar-pasar utama Kota Batam. Masyarakat berambisi pemerintah wilayah dapat memastikan kelancaran pengedaran agar nilai kebutuhan pokok kembali terjangkau.
Data Harga Komoditas di Batam (Juni 2026):
- Cabai Rawit Merah: Rp70.000 - Rp85.000/kg
- Cabai Merah Keriting: Rp55.000 - Rp70.000/kg
- Bawang Merah: Rp45.000 - Rp55.000/kg
- Bawang Putih: Rp38.000 - Rp45.000/kg
- Sayuran Hijau: Rp20.000 - Rp28.000/kg
English (US) ·
Indonesian (ID) ·