Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mulai melakukan langkah penghematan setelah nilai Pertamax naik dari sekitar Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan BBM nonsubsidi tersebut berakibat pada anggaran operasional kendaraan dinas nan digunakan untuk mendukung aktivitas pemerintahan.
Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY, Teguh Suhada, mengatakan anggaran belum bisa disesuaikan dalam waktu dekat lantaran perubahan APBD baru bakal mulai dibahas. Karena itu, Pemda DIY memilih melakukan efisiensi penggunaan kendaraan dinas dan aktivitas operasional.
“Nah tentunya menyikapi kenaikan nilai BBM ini kita melakukan penghematan, mengencangkan ikat pinggang lagi gitu. Jadi untuk anggaran ini kan tidak bisa setiap saat diubah, tentunya kelak jika ada perubahan anggaran di perubahan APBD, ini baru mau mulai perubahan,” kata Teguh kepada awak media, Rabu (10/6).
Efisiensi dilakukan dengan membatasi penggunaan kendaraan operasional, mengurangi jumlah kendaraan dalam satu kegiatan, hingga membatasi akomodasi kendaraan bagi tamu kementerian alias lembaga pemerintah pusat nan berjamu ke DIY.
“Misalnya mendampingi Pak Gubernur, biasanya kan ada 2 mobil protokol, nah ini kami jadikan 1,” kata Teguh.
Menurut Teguh, rombongan pejabat nan mempunyai agenda berbareng juga bakal digabung dalam satu kendaraan.
“Kadang kan ada kunjungan bersama-sama, sekda beserta kepala OPD saat ini dijadikan satu pakai HIACE. Kepala-kepala OPD tidak perlu membawa mobil dinas sendiri, cukup pakai mobil nan besar kami HIACE,” kata Teguh.
Meski nilai Pertamax naik, Pemda DIY memastikan seluruh kendaraan dinas tetap menggunakan BBM nonsubsidi sesuai ketentuan. Kendaraan berpelat merah tidak diperbolehkan menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·