Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 07 April 2026 |17:42 WIB

Kondisi peternak ayam petelur rakyat menjadi sorotan. (Foto: okezone.com/IMG)
JAKARTA — Kondisi peternak ayam petelur rakyat menjadi sorotan. Pasalnya, di tengah tingginya nilai pakan, nilai telur di tingkat peternak sentra produksi justru mengalami penurunan signifikan.
Anggota DPR RI, M. Sarmuji, mengungkapkan bahwa nilai pakan tetap tinggi, sementara nilai telur di tingkat peternak turun di kisaran Rp21.000–Rp22.000 per kilogram.
“Ini terjadi ketidakseimbangan nan serius. Kondisi ini jelas merugikan peternak dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut Sarmuji, situasi ini memerlukan langkah sigap dari pemerintah sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga keberlangsungan upaya peternak rakyat. Tanpa intervensi, tekanan ini berpotensi memperlemah sektor peternakan nasional nan selama ini menjadi penopang krusial ketahanan pangan.
Sebagai langkah konkret, Sarmuji mendorong pemerintah untuk meningkatkan gelombang penggunaan telur dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu hingga dua bulan ke depan. Upaya ini diharapkan dapat menambah permintaan telur di pasar sehingga nilai di tingkat peternak kembali lebih rasional.
“Program MBG bisa menjadi instrumen efektif untuk menyerap produksi telur peternak. Dengan peningkatan gelombang menu telur, kita bisa membantu menyeimbangkan nilai sekaligus memastikan program gizi melangkah optimal,” katanya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·