Harga beberapa komoditas alam bergerak beragam pada penutupan perdagangan Selasa (11/8). Beberapa komoditas nan menguat di antaranya adalah CPO, batu bara dan timah.
Dikutip dari tradingeconomics pada Rabu (12/8), nilai CPO ditutup pada MYR 4.740 per ton alias menguat 0,53 persen.
Menurut tradingeconomics, nilai mencatat level terkuat dalam lebih dari dua minggu. Hal ini lantaran ringgit nan lebih lemah meningkatkan daya saing ekspor dan nilai minyak sawit olein nan lebih kuat di bursa Dalian juga memberikan dukungan.
Di samping itu, prospek ekspor juga menguat dengan surveyor kargo nan melaporkan pengiriman minyak sawit Malaysia meningkat antara 2,6 persen dan 14,8 persen dalam 10 hari pertama bulan Agustus. Di sisi lain, permintaan di India, sebagai konsumen utama, juga membaik.
Bergeser ke batu bara, harganya juga menguat dalam periode nan sama. Dikutip dari tradingeconomics, nilai batu bara berada pada USD 129,30 per ton alias menguat 0,23 persen dibanding hari sebelumnya.
Tradingeconomics menjelaskan bahwa nilai batu bara nan mendekati USD 130 per ton pada pertengahan Agustus tersebut mengurangi kerugian baru-baru ini lantaran nilai minyak melonjak di tengah ketidakpastian nan terus bersambung mengenai kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri bentrok dan membuka kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, nilai minyak nan lebih tinggi meningkatkan insentif untuk beranjak ke bahan bakar lain, terutama di antara negara-negara pengimpor daya di Eropa dan Asia.
Bergeser ke Nikel, harganya terpantau turun. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) nilai nikel ada pada USD 16.830 per ton. Angka tersebut turun 0,56 persen dibanding hari sebelumnya.
Sementara untuk timah, harganya terpantau menguat. Dikutip dari LME, nilai timah berada pada nomor USD 55.912 per ton alias menguat 0,29 persen dibanding hari sebelumnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·