Harga Cabai Merah Naik di 242 Daerah, Kemendagri Minta Pemda Bergerak

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah wilayah (Pemda) segera mengambil langkah pengendalian terhadap kenaikan nilai cabe merah nan terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan info Kemendagri per 11 Mei 2026, terdapat 242 wilayah nan mengalami kenaikan nilai cabe merah pada minggu pertama Mei 2026.

“[Pemda] boleh tidak membangun alias tidak bekerja sama dengan Kementan untuk menanam cabai, dengan catatan jangan [sampai harga] cabainya naik,” ujar Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Tomsi mengatakan, berasas info Kementerian Pertanian (Kementan), tetap terdapat sejumlah wilayah nan belum bekerja sama dalam program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) unik peningkatan produksi cabe merah.

Bahkan, ada wilayah nan disebut menolak alokasi area cabe untuk program tersebut.

Meski demikian, Tomsi menegaskan Pemda tetap kudu bisa menjaga stabilitas nilai lantaran kenaikan nilai cabe berakibat langsung pada masyarakat.

Di sisi lain, Tomsi mengapresiasi kondisi stok beras nasional nan dinilai sangat melimpah. Berdasarkan info pemerintah, stok beras saat ini mencapai 5,19 juta ton dan menjadi nan tertinggi sepanjang sejarah.

Namun, dia tetap meminta Perum Bulog memastikan pengedaran beras ke wilayah melangkah optimal, mengingat tetap ada wilayah nan mengalami kenaikan nilai beras.

“Tolong Ibu [Perum Bulog] datakan daerah-daerah tetap tinggi, minta dihubungi untuk Bulognya agar penyalurannya ditingkatkan,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita