Harga BBM Bersubsidi Tak Naik, Fadli Zon: Keberpihakan Prabowo ke Rakyat

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI nan juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menjelaskan argumen Presiden Prbaowo Subianto tidak meningkatkan nilai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski krisis daya imbas perang di Asia Barat. Dia menegaskan Prabowo berpihak kepada rakyat.

Fadli menyampaikan perihal itu di instansi Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Dia awalnya menyampaikan pemerintahan Prabowo-Gibran terus beradaptasi menghadapi situasi dunia nan tak menentu.

"Kita sekarang dihadapkan juga dengan beragam tantangan-tantangan nan makin besar menurut saya. Terutama mengenai dengan pangan, mengenai dengan daya dan juga kebijakan-kebijakan nan tentu bakal berpengaruh oleh situasi dan kondisi global," kata Fadli Zon kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli mengatakan salah satu langkah nan diambil Prabowo adalah mempertahankan nilai BBM bersubsidi. Menurutnya, langkah itu diambil Prabowo lantaran tak mau menyulitkan rakyat.

"Langkah pemerintah misalnya untuk sekarang ini tetap mempertahankan nilai BBM bersubsidi saya kira adalah langkah nan sangat tepat. Karena ini bakal menjaga inflasi, menjaga juga kenaikan harga-harga lain dampaknya itu, nan tentu bakal menyulitkan rakyat. Dan ini menurut saya adalah keberpihakan dari Bapak Presiden Prabowo terhadap rakyat begitu," ucapnya.

Fadli mengatakan Prabowo mengedepankan ekonomi kerakyatan. Dia mengatakan nilai BBM bakal naik jika pemerintah menganut kapitalisme.

"Nah di Indonesia, komitmen pemerintah untuk tetap menjaga nilai BBM bersubsidi adalah keberpihakan kepada rakyat itu nan menurut saya kudu digarisbawahi. Jadi jika ada nan beranggapan bahwa nilai itu kudu dinaikkan, itu mazhabnya pasti kapitalis. Begitu ya. Jadi itu mazhabnya kapitalis. Kita ini mazhabnya ekonomi kerakyatan," jelasnya.

"Saya mengenal Pak Prabowo sejak puluhan tahun nan lalu. Beliau itu langkah berpikirnya adalah langkah berpikir mazhabnya ekonomi kerakyatan sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 45," sambung dia.

Seperti diketahui, Prabowo tidak meningkatkan nilai BMM, khususnya nan bersubsidi, di tengah krisis daya nan terjadi imbas perang di Timur Tengah. Keputusan Prabowo itu juga diperkuat oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa nan menegaskan siap memperkuat dari kenaikan nilai minyak dunia.

Menkeu Purbaya menyatakan itu saat dikonfirmasi Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun nan menanyakan apakah jika nilai minyak menembus USD 80-100 per barel negara siap menahan nilai BBM. Purbaya memastikan aman.

"Kami siap tidak meningkatkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan dugaan nilai minyak rata-rata USD 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung," ucap Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4).

"Jadi (BBM) nan bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung," tambahnya.

(maa/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News