Harga BBM Berpotensi Naik, Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Masih Krusial

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |22:15 WIB

Harga BBM Berpotensi Naik, Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Masih Krusial

Kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) dinilai menjadi pengganti nan relevan di tengah terganggunya pasokan minyak dunia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia, nan dapat memicu kelangkaan hingga lonjakan nilai bahan bakar minyak (BBM). Di tengah kondisi tersebut, kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) dinilai menjadi pengganti nan relevan, termasuk saat menghadapi lonjakan mobilitas pada arus mudik Lebaran 2026.

“Ketika BBM menjadi langka akibat kemelut di Timur Tengah, selain langka, harganya juga berpotensi melejit. Sampai berapa harganya tentu tidak ada nan tahu,” ujar Pengamat Otomotif Bebin Juana, Selasa (17/3/2026).

Menurut Bebin, secara logika, kondisi kelangkaan dan tingginya nilai bahan bakar minyak bakal mendorong konsumen untuk beranjak ke kendaraan listrik.

“Pilihan masyarakat pada kendaraan listrik berbasis baterai menjadi pengganti nan patut dipertimbangkan,” katanya.

Meski demikian, dia mengingatkan agar konsumen tetap jeli dan tidak sekadar tergiur dengan label teknologi pada kendaraan tersebut. Masyarakat diharapkan memilih kendaraan nan bisa memberikan akibat nyata pada efisiensi konsumsi daya harian.

“Konsumen kudu pandai memilih kendaraan nan betul-betul membuktikan penghematan BBM,” ujarnya.

Bebin memperkirakan, jika terdapat peralihan sekitar 100 ribu hingga 150 ribu konsumen ke kendaraan listrik, dampaknya bakal terasa signifikan terhadap pengurangan antrean pengisian BBM di stasiun pengisian bahan bakar. Langkah tersebut juga berpotensi mengurangi beban pasokan BBM nan selama ini kudu dipenuhi.

“Peralihan ini juga dipastikan bakal membawa akibat positif bagi finansial negara melalui berkurangnya konsumsi BBM nasional, meski perincian penghematannya memerlukan kalkulasi lebih lanjut dari kementerian terkait,” katanya.

Dirinya juga menyoroti keberlanjutan kebijakan insentif menjadi aspek krusial dalam menjaga momentum mengambil kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, sejumlah insentif kendaraan listrik seperti subsidi pembelian dan keringanan pajak nan sebelumnya diberikan pemerintah tetap menunggu kepastian perpanjangan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com