Merayakan 30 tahun berkarya di industri musik, band Ungu siap menggelar konser tunggal berjudul "Yang Dinanti: Final Chapter" nan rencananya bakal digelar 30 Oktober 2026. Pasha dan kawan-kawan bakal membawakan total hingga 30 lagi nan diambil dari 15 album nan telah dirilis.
Saat aktivitas konvensi pers nan diadakan di area Senayan, Jakarta kemarin (5/8), Enda mengatakan, “Untuk konser kelak nan tanggal 30 itu repertoar-nya tetap kita bahas. Kita sudah meeting acapkali sembari cari formula nan paling pas untuk setlist lagunya. Entah mau random alias berurutan dari album pertama, kedua, dan seterusnya, tetap kita ramu.”
“Ya sekitar 30 lagu lah kira-kira,” sambungnya.
Lebih lanjut, sang vokalis, Pasha, menjelaskan bahwa konser ini nantinya bakal menghadirkan lagu-lagu dari seluruh perjalanan diskografi Ungu. Band nan telah mempunyai sekitar 15 album itu, mau menyuguhkan perjalanan musik mereka dalam satu pagelaran lengkap
“Kita berambisi seluruh album kita dari album pertama sampai kurang lebih 15 album nan kita punya, kita bakal masukkan dalam repertori lagu. Tinggal kita atur alurnya, apakah dimulai dari album pertama alias dibuat acak, itu tetap kami susun,” ungkap Pasha.
Enda juga mengungkapkan keinginannya agar seluruh penonton bisa ikut menyanyikan setiap lagu nan dibawakan Ungu dari awal hingga akhir.
“Aku bermimpi orang nan datang nonton konser Ungu bakal menyanyikan dari lagu pertama sampai lagu terakhir. Selesai konser jika ditanya ada lagu nan enggak tahu, jawabannya enggak ada. Semua lagu ikut dinyanyikan,” ucapnya.
Konser tunggal ini juga menjadi jawaban atas kemauan lama Ungu untuk menggelar pagelaran berskala besar di Indonesia. Hal itu lantaran selama ini Ungu lebih sering mengadakan konser tunggal di luar negeri daripada di Indonesia.
“Ini kegelisahan kita, kok kita ini selalu bikin konser di Singapura, bikin konser di Malaysia, kita pernah di Hong Kong, ya di beberapa tempalah. Dan alhamdulillah nggak pernah gagal, nggak pernah nggak keren lah, hasilnya selalu positif, bagus gitu. Tapi kok Indonesia nggak pernah ya?” tanya Pasha.
Karena itu, konser 30 Tahun Ungu diharapkan menjadi momen spesial untuk berkumpul dan bernostalgia berbareng para fans nan telah setia menemani perjalanan mereka selama lebih dari dua dekade.
“Akhirnya kegelisahan ini terjawab lantaran Trinity juga alhamdulillah bisa merespons, kayaknya udah saatnya deh Ungu (bikin konser tunggal di Indonesia). nan krusial gimana kita bisa tampil di atas panggung, bisa ngumpul dengan teman-teman nan membersamai Ungu,” tutup Pasha.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·