Benarkah Bayi Sering Menyusu Tanda ASI Ibu Kurang?

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Menyusui menjadi momen krusial bagi ibu dan bayi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. Namun, tidak sedikit ibu nan cemas ketika si mini tampak sering meminta menyusu. Kondisi ini kerap membikin orang tua bertanya-tanya apakah ASI yang diproduksi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Padahal, bayi nan sering menyusu belum tentu menandakan produksi ASI kurang, Moms. Ada beberapa aspek nan dapat membikin bayi lebih sering menyusu, mulai dari fase pertumbuhan hingga kebutuhan kenyamanan. nan terpenting, ibu perlu memahami lama menyusui nan ideal agar bayi mendapatkan faedah ASI secara optimal.

Mitos Bayi Sering Menyusu Tanda Kurang ASI

Ilustrasi ASI. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Dokter ahli anak Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan dugaan bahwa bayi nan sering menyusu berfaedah ASI ibu tidak cukup merupakan mitos.

"Ini mitos sebenarnya. Jadi jika bayi sering menyusu, belum tentu ASI ibunya tidak cukup. Selama perlekatan menyusui sudah benar, lama menyusui nan ideal berkisar antara 20 hingga 30 menit dalam setiap sesi. Dengan lama tersebut, bayi berkesempatan mendapatkan foremilk dan hindmilk sehingga kebutuhan nutrisinya lebih optimal dan dia bisa merasa kenyang lebih lama,” ujar Prof. Rini saat sesi live Recfon Talks, Rabu (5/8).

Saat menyusui, komposisi ASI nan keluar tidak selalu sama. Pada awal sesi menyusui, bayi bakal mendapatkan foremilk, ialah ASI nan lebih encer dan kaya kandungan air serta laktosa.

Foremilk berfaedah untuk menghilangkan rasa haus bayi sekaligus memberikan daya awal nan dibutuhkan tubuhnya.

Sementara itu, hindmilk adalah ASI nan keluar setelahnya alias di akhir sesi menyusui. ASI ini mempunyai tekstur lebih kental dan mengandung lemak lebih tinggi.

Hindmilk berfaedah mengenyangkan bayi dan membantu meningkatkan berat badan. Karena itu, bayi perlu menyusu cukup lama agar memperoleh kedua jenis ASI tersebut dan mendapatkan faedah nutrisi secara optimal.

Ibu Bekerja Tetap Bisa Memberikan ASI Eksklusif

Ilustrasi ASI Perah Foto: Shutter Stock

Selain mitos soal gelombang menyusui, Prof. Rini juga meluruskan dugaan bahwa ibu bekerja tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Menurutnya, banyak ibu bekerja nan tetap sukses menyusui hingga anak berumur dua tahun dengan langkah memerah ASI selama jam kerja dan tetap menjaga kedekatan dengan anak saat berada di rumah.

"Ini juga mitos. Banyak ibu bekerja nan tetap bisa menyusui apalagi sampai anak berumur dua tahun. Kuncinya adalah tetap memerah ASI saat bekerja dan menjaga bonding dengan anak," ujar Prof. Rini.

Ia menambahkan, support dari orang terdekat juga berkedudukan krusial dalam keberhasilan menyusui.

"Jangan sampai ibu stres lantaran itu bisa mengurangi produksi ASI," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan