Harga Bahan Baku Plastik Jadi Hantu Industri, Menperin Respons Begini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran pelaku industri terhadap pasokan bahan baku kian menguat di tengah gejolak nilai daya dunia nan mendorong kenaikan harga  material industri. Sejumlah asosiasi apalagi mulai memberi sinyal potensi gangguan produksi jika kondisi ini tidak segera diatasi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa rumor utama saat ini bukan hanya ketersediaan, tetapi juga nilai bahan baku nan membebani industri.

"Kata kuncinya adalah pricing. Pemerintah bakal terus menjaga kesiapan bahan baku, termasuk plastik," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada stabilitas nilai agar tidak menekan pelaku usaha, khususnya sektor industri mini nan paling rentan terhadap gejolak biaya produksi.

"Saya bakal melakukan pendekatan kepada produsen, khususnya agar industri mini bisa mendapatkan nilai nan tidak memberatkan," tegasnya.

Langkah ini menjadi krusial lantaran pelaku industri mini dinilai mempunyai ruang terbatas untuk menyerap kenaikan biaya. Tanpa intervensi, tekanan nilai dikhawatirkan berakibat pada kelangsungan usaha.

"Produsen diharapkan bisa mengurangi margin, sehingga nilai untuk industri mini tidak menghalang pengembangan upaya mereka," lanjutnya.

Selain harga, pemerintah juga menyiapkan strategi pengganti untuk menjaga pasokan agar tetap tersedia di tengah tekanan global. "Dari sisi kuantitas, pemerintah bakal terus mencari substitusi bahan baku," tambahnya.

Di tengah situasi ini, koordinasi dengan pelaku industri menjadi krusial agar kebijakan nan diambil tetap efektif dan tepat sasaran. "Kami bakal terus berkoordinasi dengan supplier agar ada ruang penyesuaian bagi industri mini dan sektor lainnya," katanya.

Tekanan terhadap bahan baku disebut tidak hanya dialami Indonesia. Kondisi dunia ikut mempersempit ruang mobilitas industri dalam mendapatkan pasokan. "Bukan hanya Indonesia nan menghadapi kelangkaan bahan baku, ini terjadi secara global," katanya.

Sebelumnya Pengusaha mengungkapkan akibat dari perang di Timur Tengah membikin banyak perusahaan menghadapi tantangan nan berat, terutama perusahaan-perusahaan nan mengandalkan bahan bakunya impor, lantaran terbatasnya bahan baku impor.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan terbatasnya bahan baku impor dapat menyebabkan produksi terhenti. Bahkan, pihaknya pesimis apakah bulan-bulan berikutnya bisa tetap produksi.

"Situasi nan kita hadapi saat ini, situasi nan tidak mudah di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga ada ancaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas," kata Bob dalam paparannya saat rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi IX DPR RI, mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, Selasa (14/4/2026).

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News