Harbolnas harus Berdampak ke UMKM, bukan cuma Kejar Angka Transaksi

Sedang Trending 13 jam yang lalu
Harbolnas kudu Berdampak ke UMKM, bukan hanya Kejar Angka Transaksi ilustrasi(Antara)

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Heru Sutadi, menekankan bahwa penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) semestinya tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai transaksi nan tinggi. Menurutnya, momentum ini kudu diarahkan secara strategis untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Heru menilai pemerintah dan platform e-commerce memegang peranan krusial dalam memastikan aktivitas shopping nan masif memberikan akibat nyata bagi pelaku upaya kecil. Manfaat tersebut kudu tecermin dalam peningkatan volume penjualan, ekspansi pangsa pasar, hingga penguatan kapabilitas upaya secara berkelanjutan.

"Harbolnas bakal lebih berfaedah jika duit nan berputar betul-betul masuk ke UMKM dan ekonomi daerah, bukan hanya meningkatkan nomor transaksi platform," ujar Heru di Jakarta, Jumat (28/8).

Mendorong Digitalisasi dan Skala Usaha

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa Harbolnas merupakan momentum tepat untuk mengakselerasi UMKM masuk ke dalam ekosistem digital. Dengan onboarding ke platform daring, pelaku upaya di wilayah mempunyai kesempatan untuk menjangkau konsumen di luar wilayah operasional mereka, nan pada gilirannya bakal memperbesar perputaran ekonomi daerah.

Namun, dia mengingatkan bahwa akses pasar saja tidak cukup. Pemerintah perlu memberikan support komprehensif nan mencakup:

  • Keberpihakan Produk Lokal: Memberikan ruang promosi nan lebih besar bagi produk UMKM di etalase digital.
  • Proses Onboarding: Memperkuat pendampingan agar pelaku upaya bisa memperkuat dan bersaing di ekosistem digital.
  • Infrastruktur Pendukung: Digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan logistik untuk mengantisipasi lonjakan transaksi.

"Pemerintah jangan hanya jadi pemandu sorak di pinggir lapangan dengan hanya mengejar nilai transaksi, tetapi kudu memandang siapa nan menikmati transaksi tersebut," tegasnya.

Relevansi Harbolnas di Tengah Tren Diskon

Heru juga menyoroti tantangan relevansi Harbolnas saat ini. Maraknya kampanye potongan nilai sepanjang tahun, seperti promo tanggal kembar (double day), dinilai telah menggerus keistimewaan Harbolnas nan dulu sangat dinantikan.

Agar tetap relevan, Harbolnas kudu mempunyai nilai tambah nan membedakannya dari pagelaran shopping biasa. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan produk lokal sebagai tokoh utama, bukan sekadar pelengkap. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak dipaksa menjadi konsumtif jika daya beli sedang tertahan.

"Harbolnas jangan hanya menjadi pagelaran nomor transaksi. Keberhasilannya semestinya diukur dari dampaknya terhadap penjualan UMKM, ekspansi pasar produk lokal, dan perputaran ekonomi wilayah secara berkelanjutan," pungkas Heru. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia