Hana Saraswati Kenang Gary Iskak di Film Lastri: Arwah Kembang Desa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Arwah Kembang Desa Hana Saraswati(MI/Rifaldi Putra Irianto)

AKTRIS Hana Saraswati siap menyapa pecinta film horor Tanah Air lewat movie terbaru garapan sutradara Hendri Tjan (Tivo), Lastri: Arwah Kembang Desa. Dalam movie nan diangkat dari urban legend terkenal tersebut, Hana memerankan tokoh utama, Lastri, seorang kembang desa nan menyimpan kisah emosional sekaligus mencekam.

Dalam konvensi pers di Jakarta, Hana mengungkapkan bahwa movie ini menjadi kenangan emosional baginya lantaran menjadi salah satu proyek nan mempertemukannya dengan almarhum Gary Iskak. Meski awalnya sempat merasa segan beradu akting dengan tokoh senior tersebut lantaran penampilannya nan terlihat sangar, kesan itu langsung berubah setelah mereka saling mengenal.

“Awalnya ngeliat penampilannya (Gary), wah serem juga ya bapak-bapak ini. Tapi rupanya begitu ngobrol, hatinya beda jauh, hatinya ‘Hello Kitty’ banget,” ujar Hana dalam konvensi pers, Kamis (11/6).

Menurut Hana, bekerja sama dengan Gary merupakan pengalaman nan sangat menyenangkan. Ia tidak mengalami kesulitan dalam membangun chemistry lantaran sifat Gary nan tulus, terbuka, dan mengayomi. Kenyamanan nan tercipta selama proses syuting membikin beragam tantangan produksi terasa lebih ringan.

“Mas Gary itu bukan baik nan basa-basi, dia memang baiknya luar biasa dan sangat tulus. Jadi kami nan bekerja sama dengan beliau juga merasa nyaman. Chemistry nan terbangun antara saya dan Mas Gary juga nggak dipaksakan, semuanya mengalir saja,” ungkapnya.

Tantangan Memerankan Lastri

Dalam kesempatan nan sama, Hana juga membagikan tantangan nan dihadapinya saat menghidupkan karakter Lastri. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada sisi emosional karakter, melainkan memahami latar waktu movie nan mengambil setting era 1980-an.

“Backstory Lastri ini di tahun 1980-an, sementara saya sendiri belum hidup di masa itu. Jadi prosesnya lebih banyak mengandalkan khayalan dan bertanya kepada pemain senior tentang seperti apa sosok kembang desa pada masa tersebut,” kata Hana.

Selain itu, Hana menilai proses reading menjadi kunci krusial dalam pendalaman karakter. Melalui pembacaan naskah nan intens, dia dapat memahami kepribadian Lastri sekaligus membangun chemistry dengan para pemain lainnya.

“Aku jenis nan menyelami karakter nggak terlalu muluk-muluk. nan krusial membaca naskah dengan tepat dan benar. Menurutku, proses pendalaman karakter paling krusial ada pada membaca naskah dan membangun chemistry dengan pemain lain,” jelasnya.

Bagi Hana, Lastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar proyek profesional. Film ini mempunyai makna unik lantaran menjadi salah satu karya terakhir Gary Iskak sebelum berpulang.

“Aku pengen movie ini dikenang dengan baik oleh banyak orang lantaran ini mungkin salah satu proyek terakhirnya Mas Gary. Semoga penonton bisa mengapresiasi mimpi kita semua di movie ini,” tutup Hana.

Sinopsis

Film Lastri: Arwah Kembang Desa mengambil kisah Atmi (Audy Bella), seorang wanita mengalami teror gaib dari sesuatu nan tidak memperlihatkan wujudnya. Arwah itu seperti mau menuntut balas atas hal-hal nan telah diperbuat Atmi dulu kala.

Arwah itu dikenal berjulukan Lastri (Hana Saraswati). Dulunya, dia kembang desa di kampung Bandeng nan menikah muda (18) dengan seorang majikan tambang pasir, Turenggo (Gary Iskak). Banyak sekali laki-laki nan memandang pernikahan itu dengan iri, khususnya Darman (Yama Carlos), majikan tambang pasir saingan Renggo. 

Perasaan iri nan merebak di kampung lantas melahirkan lingkungan nan sangat menyiksa bagi Lastri. Termasuk dari Atmi (20) pada masa itu, nan sebenarnya mencintai Renggo. Atmi dan Darman menebar rumor dan berita jelek tentang Lastri kepada penduduk kampung agar rumah tangga Lastri dan Turenggo berakhir. 

Film Lastri: Arwah Kembang Desa dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juli, menjanjikan perpaduan antara drama seram nan kuat, plot twist nan tak terduga, dan kedekatan emosional dengan legenda lokal Indonesia. (Rif)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia