ilustrasi(Baznas)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui program Sekolah Cendekia Baznas (SCB) sukses melahirkan hafiz-hafizah berprestasi nan sukses mengukir beragam capaian membanggakan dan melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi.
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi bukti hadirnya Baznas membuka akses pendidikan berbobot bagi anak-anak dari family prasejahtera. Ia menegaskan, Baznas bakal terus mendukung pengembangan program SCB, baik dari segi fasiltasnya maupun kurikulum pendidikannya.
"Kami juga mengundang para muzaki untuk menyalurkan biaya zakat, infak, dan sedekahnya, salah satunya guna mendukung pengembangan Sekolah Cendekia Baznas. Dukungan tersebut bakal menjadi kontribusi nan sangat berfaedah dalam mewujudkan SCB sebagai sekolah unggulan terbaik di lingkungan Baznas dan masyarakat," ujar Idy pada Acara Wisuda Santri SCB, di Bogor, Jawa Barat, dilansir dari keterangannya, Sabtu (13/6).
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh para santri. Salah satunya, Ihza Fauzan Hamizan, nan sukses diterima di sejumlah perguruan tinggi sekaligus meraih beragam prestasi selama menempuh pendidikan di SCB.
"Alhamdulillah, saya sudah diterima di dua kampus. Pertama, Universitas Trisakti dengan danasiwa penuh 100% dan Golden Ticket di Universitas Negeri Malang. Selain itu, saya juga meraih beberapa prestasi, seperti menjadi delegasi terbaik dalam konvensi internasional maupun nasional," imbuhnya.
Hal serupa dirasakan Santri SCB Keyla Bilqis Ashilah, nan sukses diterima di Institut Pertanian Bogor dengan bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan nan diberikan Baznas melalui program danasiwa pendidikan di SCB.
"Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Sekolah Cendekia Baznas dan muzaki nan telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menempuh pendidikan sehingga saya dapat sampai di titik ini," ucap Keyla.
Keberhasilan para santri tersebut turut menjadi kebanggaan bagi family mereka. Sejumlah orang tua mengaku program SCB telah memberikan kesempatan nan sebelumnya susah mereka jangkau lantaran keterbatasan ekonomi.
Salah satu orang tua santri asal Bogor, Noviati Widiastuti, mengucapkan terima kasih kepada Baznas nan telah memberikan kesempatan kepada putranya untuk menempuh pendidikan di SCB melalui program danasiwa penuh selama enam tahun, di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Noviati mengatakan, SCB tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga bisa mengembangkan potensi anak sesuai minat dan talenta masing-masing.
"Saat di Sekolah Dasar (SD), Ihza sangat mau berguru di pesantren, namun qadarullah kondisi ekonomi family kami sedang diuji. Ayahnya sudah tidak bekerja lagi, sementara Ihza tetap mempunyai kemauan kuat untuk melanjutkan pendidikan di pesantren. Alhamdulillah, tahap demi tahap dapat kami lalui dengan baik hingga akhirnya Ihza bisa berguru di SCB," ujar Novianti.
"Terima kasih Baznas dan muzaki. Mungkin para muzaki dan Baznas tidak begitu mengenal kami. Namun, Insya Allah biaya amal nan telah disalurkan bakal menjadi tabungan kebaikan jariyah nan pahalanya terus mengalir hingga alambaka kelak dan menjadi pemberat timbangan kebaikan kebaikan," katanya.
Hal senada disampaikan Lia Listiawati, orang tua santri asal Kota Tasikmalaya. Ia mengaku tidak pernah menyangka putrinya, Keyla Bilqis Ashilah, dapat mengenyam pendidikan di SCB selama enam tahun dan berprestasi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
"Terima kasih Baznas dan Muzaki. Alhamdulilah anak saya dapat dididik dengan baik di SCB. Ia bisa meraih beragam prestasi, anak saya juga telah menyelesaikan mahfuz 30 juz. Saya sangat senang dan bangga atas prestasi nan diraihnya," tandasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·