Hadapi Tantangan Digital, Komdigi Tekankan Pentingnya Pengemasan Pesan Publik yang Kreatif

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Hadapi Tantangan Digital, Komdigi Tekankan Pentingnya Pengemasan Pesan Publik nan Kreatif

Komdigi menekankan keatifitas dalam mengemas info sehingga bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat.

BANDUNG – Transformasi digital membikin masyarakat sekarang menuntut pemerintah untuk menyampaikan info nan tidak hanya sekedar pesan, tetapi juga dikemas secara kreatif, sederhana, dan relevan. Pasalnya, masyarakat sekarang condong mengonsumsi info secara cepat, melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang.

“Intinya gimana humas bisa imajinatif di tengah terpaan konten digital nan begitu masif, sehingga info nan disampaikan tidak hanya sampai, tetapi juga bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat,” kata Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Angki Kusumadewi saat mengisi aktivitas Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten: Seni Mengemas Pesan Publik menjadi Konten Kreatif.

Ini merupakan bagian dari kontribusi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dalam meningkatkan kapabilitas humas pemerintah di seluruh Indonesia ini diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat pada Senin, (27/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh insan humas dari beragam kementerian, lembaga, serta pemerintah wilayah ini berjalan secara luring dan daring, sekaligus menjadi ruang kerjasama untuk memperkuat kompetensi komunikasi publik di tengah tantangan disrupsi digital nan semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Angki menekankan bahwa perubahan perilaku audiens, khususnya di era digital, menuntut pendekatan komunikasi nan berbeda. Merespons perubahan perilaku masyarakat ini humas tidak cukup hanya mengandalkan validitas data, tetapi juga kudu bisa memastikan pesan tersebut menarik perhatian dan membangun keterlibatan publik.

Pada sesi Masterclass, narasumber dari Katadata, ialah Muhammad Yana dan Maria Margareta Delviera berbagi pengalaman mereka dalam mengolah info menjadi konten nan menarik dan berdampak.

Yana menyoroti persoalan klasik komunikasi publik, ialah banyaknya info sah nan tidak tersampaikan secara efektif kepada masyarakat lantaran lemahnya bungkusan konten.

“Bayangkan kita punya info nan sahih dan penting, tapi setelah dipublikasikan tidak ada nan membaca. Pertanyaannya, nan salah datanya alias kemasannya?” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com