Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.(Antara)
KETUA Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar pengaktifan kembali rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono, segera dilakukan pada Rabu (26/8). Permintaan ini disampaikan menyusul rampungnya penelusuran kepolisian terhadap biaya bantuan nan ada di dalam rekening tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman dalam konvensi pers berbareng Polda Metro Jaya dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jakarta. Ia berambisi Supriyono, nan berkawan disapa Pak Botok, dapat segera menggunakan kembali dananya untuk keperluan aktivitas sehari-hari.
"Alhamdulillah, kami harapkan segera rekening tersebut bisa digunakan oleh Pak Botok lantaran mungkin beliau ada keperluan untuk beraktivitas. Segera, mungkin jika bisa hari ini prosesnya," ujar Habiburokhman.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah selesai melakukan penelusuran kebenaran norma mengenai bantuan dalam rekening tersebut. Sebelumnya, dilakukan penundaan transaksi untuk memastikan sumber biaya tidak melanggar hukum.
Iman menegaskan bahwa langkah penundaan ini diambil untuk melindungi pihak dermawan maupun penerima donasi. Berdasarkan regulasi, penundaan transaksi dapat dilakukan maksimal selama lima hari kerja.
| Pemilik Rekening | Supriyono (Koordinator AMPB) |
| Total Saldo | Rp80,9 Juta |
| Komposisi Dana | Dana pribadi dan bantuan masyarakat |
| Dasar Hukum Penundaan | UU No. 8 Tahun 2010 (TPPU) |
| Status Terkini | Proses pengaktifan kembali |
"Hari ini belum sampai lima hari kerja. Namun demikian, kami bergerak sigap untuk memastikan sehingga proses kerakyatan dan penyampaian pendapat juga bisa terlindungi bagi seluruh masyarakat," kata Iman.
Respons Bank Mandiri
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti pengarahan tersebut. Bank Mandiri bakal segera memproses pengaktifan kembali rekening nan sebelumnya sempat tertunda transaksinya.
"Sebagai bank nan melayani pengguna dengan akibat nan diatur di dalam peraturan, maka kami bakal menindaklanjuti apa nan tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening," tegas Riduan.
Sebelumnya, rekening milik Supriyono diduga diblokir saat dia mendampingi penduduk Pati menyampaikan aspirasi di Jakarta pada Jumat (21/8). Dana sebesar Rp80,9 juta di dalamnya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan operasional unjuk rasa masyarakat Pati. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·