Gus Ipul Sebut Ada 2 Isu Berpotensi Munculkan Perdebatan di Muktamar NU

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta -

Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, alias Gus Ipul, mengatakan sedikitnya ada dua rumor nan berpotensi memunculkan perdebatan cukup dinamis. Kedua rumor tersebut ialah sistem pemilihan Ketua Umum PBNU dan ketentuan mengenai rangkap kedudukan pengurus.

"Alhamdulillah hari ini dimulai sidang pleno pertama untuk membahas tata tertib Muktamar. Kita ikuti perkembangannya. Setelah itu kelak ada laporan pertanggungjawaban, kemudian dilanjutkan sidang-sidang komisi," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Menurut Gus Ipul, pembahasan di tingkat komisi kemungkinan memerlukan waktu. Sejumlah materi di dalamnya sebelumnya telah dibahas dalam forum Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya menyangkut sistem pemilihan Ketua Umum PBNU. Dalam materi nan dibawa ke Muktamar, terdapat opsi mempertahankan sistem nan bertindak selama ini maupun pendapat sistem baru.

Pada sistem nan selama ini digunakan, bakal calon nan memperoleh support dalam jumlah tertentu dapat melanjutkan ke tahap pencalonan dengan memenuhi ketentuan nan berlaku. Ketentuan tersebut termasuk mendapatkan persetujuan Rais Aam.

Sementara itu, terdapat pula usulan sistem lain. Dalam opsi tersebut, setiap pengurus wilayah dan bagian sebagai pemilik bunyi mengusulkan lima nama, dan nama-nama dengan support terbanyak selanjutnya diproses sesuai sistem nan ditetapkan Muktamar.

"Ini adalah opsi. Tentu semuanya tergantung keputusan Muktamar," ujarnya.

Selain sistem pemilihan ketua umum, Muktamar juga bakal membahas patokan rangkap kedudukan di lingkungan kepengurusan NU. Menurutnya, salah satu pertanyaan nan bakal didiskusikan adalah apakah larangan rangkap kedudukan hanya bertindak pada posisi-posisi tertentu sebagaimana ketentuan saat ini, alias diperluas kepada jejeran pengurus lainnya.

"Ada usulan-usulan, ada dinamika-dinamika. Tentu kelak semuanya berjuntai kepada muktamirin. Itu tetap berupa aspirasi nan sebelumnya dibahas di tingkat Munas-Konbes," tuturnya.

Ia menegaskan seluruh rancangan materi nan dibawa ke Muktamar telah melewati proses pembahasan berjenjang. Materi tersebut bukan sesuatu nan muncul secara tiba-tiba menjelang Muktamar.

"Draft materi nan ada ini melalui proses. Ada nan dibahas di PBNU, kemudian di Munas-Konbes, setelah itu dibawa ke Muktamar. Nanti dibahas di komisi, khususnya Komisi Organisasi. Pasti menarik," jelas Gus Ipul.

Meski memperkirakan bakal terjadi perdebatan, Gus Ipul mengatakan perbedaan pandangan merupakan perihal nan biasa dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

"Kita sudah terbiasa dengan perbedaan, kita sudah terbiasa berdebat," katanya.

Namun, dia mengingatkan agar seluruh dinamika tersebut tetap berjalan dalam suasana persaudaraan dan kegembiraan sebagaimana semangat Muktamar Ke-35 NU.

"Sebagaimana angan kita semua, khususnya Pondok Pesantren Bahrul Ulum, apa pun nan terjadi, perbedaan sekeras apa pun, kita kudu tetap gembira," ujarnya.

Gus Ipul mengingatkan Muktamar kali ini berjalan di lingkungan pesantren nan mempunyai ikatan sejarah sangat kuat dengan para pendiri NU. Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan pesantren nan dibesarkan salah seorang muassis sekaligus penggerak utama NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.

Tidak jauh dari letak Muktamar juga terdapat makam KH Hasyim Asy'ari dan KH Bisri Syansuri.

"Kita berada di pangkuan para muassis, di pesantrennya Mbah Wahab Hasbullah. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat, inspirasi, dan motivasi bagi peserta Muktamar," ujarnya.

Ia berambisi perdebatan nan berjalan selama Muktamar pada akhirnya melahirkan keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama.

"Jadi setelah kita berdebat, tetap dalam suasana gembira. Dari kegembiraan itu mudah-mudahan datang keberkahan. Akhirnya kita semua bisa mengucapkan: Alhamdulillah," pungkasnya.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News