Gunung Semeru Erupsi 1.000 Meter, Status Siaga Level III

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Gunung Semeru Erupsi 1.000 Meter, Status Siaga Level III Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Berdasarkan info Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan Rabu (25/2)(. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.)

GUNUNG Semeru menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Jumat (22/5) pagi, gunung nan terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi bahwa letusan pertama terpantau pada pukul 06.44 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang nan mengarah ke timur laut.

"Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak alias sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ujar Liswanto dalam laporan tertulisnya.

Tak berselang lama, erupsi susulan kembali terjadi pada pukul 07.55 WIB. Namun, pada letusan kedua ini, visual puncak gunung tidak dapat teramati secara jelas lantaran tertutup kabut tebal. Hingga laporan tersebut disusun, aktivitas erupsi dilaporkan tetap terus berlangsung.

Status Siaga Level III

Saat ini, Gunung Semeru tetap berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lereng gunung.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, hingga sejauh 13 kilometer dari puncak alias pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, penduduk juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya potensi ekspansi awan panas dan aliran lahar nan dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Rekomendasi Keamanan PVMBG:

  • Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak lantaran rawan lontaran batu pijar.
  • Waspadai potensi awan panas guguran (APG) dan guguran lava.
  • Waspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai nan berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pihak berkuasa terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti pengarahan dari petugas penanggulangan musibah wilayah setempat mengingat potensi ancaman sekunder berupa aliran lahar hujan di anak-anak sungai Besuk Kobokan tetap sangat tinggi.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia