Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Jumat (28/8) siang.(Dok Magma Indonesia)
GUNUNG Lewotobi Laki-Laki nan terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadi erupsi pada Jumat (28/8) siang.
Berdasarkan laporan periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 Wita, tercatat satu kali letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 14,8 milimeter dan lama gempa selama 364 detik. Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S Mboro, mengonfirmasi bahwa erupsi ini melontarkan kolom asap berwarna kelabu setinggi kurang lebih 1.000 meter dari pusat kawah.
Detail Aktivitas Kegempaan dan Visual
Selain letusan utama, instrumen pemantau mencatat aktivitas kegempaan lainnya berupa tiga kali tremor non-harmonik dengan amplitudo berkisar antara 5,1 hingga 7,4 milimeter berdurasi 63-86 detik. Tercatat pula 15 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4,4 milimeter.
Secara visual, kondisi gunung teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-II. Selain kolom abu erupsi, teramati pula asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 50-200 meter di atas puncak.
Aliran Lava dan Rekomendasi Keamanan
Herman menjelaskan bahwa endapan lava saat ini teramati mengarah ke dua titik utama, ialah ke arah timur laut sejauh kurang lebih 4.340 meter dan ke arah barat-barat laut sejauh 3.800 meter dari pusat erupsi.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki tetap ditetapkan pada Level III (Siaga). Otoritas mengenai mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan:
- Dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
- Mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai nan berhulu di puncak gunung, terutama saat terjadi hujan lebat.
- Wilayah nan masuk dalam area waspada lahar meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
- Warga nan terpapar hujan abu diimbau menggunakan masker alias penutup hidung dan mulut guna menghindari akibat gangguan pernapasan.
Catatan Redaksi: Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada serta mengikuti pengarahan dari pemerintah wilayah dan BPBD setempat mengenai perkembangan aktivitas vulkanik. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·