Gubernur Ahmad Luthfi Klaim Jateng sudah Hasilkan 6,69 Juta Ton, Target Nasional Terlampaui

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Gubernur Ahmad Luthfi Klaim Jateng sudah Hasilkan 6,69 Juta Ton, Target Nasional Terlampaui Ilustrasi(Dok Istimewa)

JAWA Tengah telah menghasilkan 6,69 juta ton gabah hingga Agustus 2026. Capaian tersebut dinilai telah memenuhi sekitar 63 persen dari sasaran produksi nan dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan target gabah nasional.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, seusai menghadiri panen padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9).

 “Sekarang sudah mendapatkan 6,69 juta ton. Artinya 63 persen sasaran nasional 10 juta ton bakal terpenuhi andaikan ini bisa dipertahankan,” ujar Luthfi. 

Luthfi menuturkan capaian tersebut tetap berkesempatan meningkat dalam lima bulan terakhir tahun ini. Karena itu, pemerintah wilayah diminta memastikan kebutuhan petani, mulai dari sarana produksi hingga perangkat mesin pertanian (alsintan), dapat terpenuhi.

“Pemalang mempunyai posisi krusial dalam produksi padi Jawa Tengah. Pemalang merupakan wilayah dengan produksi gabah kering terbesar ketiga di Jawa Tengah,” tutur Luthfi.

Luthfi menyebut untuk menjaga produksi tetap tinggi, Pemprov Jateng mendorong support terhadap dua jenis lahan pertanian, ialah sawah tadah hujan dan sawah irigasi.Untuk sawah tadah hujan, salah satu support nan didorong adalah pompanisasi. Sedangkan untuk sawah irigasi, pemerintah menyiapkan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier.

“Di Pemalang ada 13 paket irigasi tersier dari provinsi untuk kita lakukan, disebar di wilayah kita,” terang Luthfi.

Luthfi juga menyebut Pemprov Jateng mendorong tambahan support pompanisasi untuk menjaga kesinambungan produksi ketika petani menghadapi keterbatasan air. Produksi pangan Jawa Tengah tidak hanya berjuntai pada peningkatan hasil panen, tetapi juga keahlian mempertahankan lahan pertanian.

“Saya minta pemerintah kabupaten dan golongan tani menjaga sawah produktif agar tidak beranjak kegunaan menjadi area permukiman maupun industri,” pinta gubernur.

Menurut Luthfi, lahan nan telah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkepanjangan kudu dipertahankan. Dia juga menyebut Jawa Tengah sekarang telah menyelesaikan sekitar 88 persen izin mengenai perlindungan lahan tersebut.

“Harus dipertahankan, tidak boleh beranjak fungsi. Jangan sampai lahan nan hijau diubah menjadi kuning, misalnya dibuat gedung alias pabrik,” tegas Luthfi.

Luthfi juga menyoroti kebutuhan normalisasi saluran air untuk memastikan air sampai ke lahan petani. Petani tidak berkepentingan dengan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Petani itu tidak bakal berpikir ini sungainya provinsi, sungainya Kementerian PU, sungainya kabupaten/kota. Tahunya air kudu sampai,” ucap Luthfi. 

Menurut Luthfi Pemprov Jateng bakal mengecek kondisi Sungai Jem di Pemalang untuk mengetahui kewenangan pengelolaannya sekaligus memandang kemungkinan support normalisasi. Ia juga mau produksi padi Jawa Tengah terus meningkat hingga akhir tahun sehingga sasaran nasional dapat terlampaui.

“Target nasional nan 10 juta ton bakal terpenuhi, khususnya dengan support dari Jawa Tengah,” pungkas Luthfi. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia