Ilustrasi(Dok Istimewa)
TIM pengajar Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Tata Rias serta Program Studi D4 Kosmetik dan Perawatan Kecantikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aktivitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. Kegiatan PKM ini diikuti para pengajar UNJ ialah Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, Mari Okatini, Nurul Hidayah dan Dena Ritmi.
Kegiatan tersebut mengangkat tema "Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Lulur Kecantikan Berbahan Dasar Beras Melalui Media Buku Saku". Melalui aktivitas itu diharapkan para ibu rumah tangga dapat memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti media kosmetika dan perawatan kecantikan juga mengoptimalkan potensi beras sebagai kekuatan utama di desa Singasari.
Dalam keterangannya nan diterima hari ini, Mari Okatini Ketua TIM PKM juga pengajar Pendidikan Tata Rias mengutarakan aktivitas ini dilaksanakan sebagai upaya mengoptimalkan potensi beras lokal nan melimpah di Desa Singasari agar mempunyai nilai tambah, tidak hanya sebagai bahan pangan juga sebagai bahan baku produk perawatan kecantikan alami. Menurutnya program ini diharapkan bisa membuka kesempatan pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu PKK melalui pengembangan upaya rumahan berbasis bahan alam.
Buku Saku
Mari Okatini menjelaskan penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat dirancang secara edukatif dengan menggabungkan penyuluhan, demonstrasi praktik, serta pembagian media pembelajaran berupa kitab saku.
Sebelum aktivitas dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai pemanfaatan beras sebagai bahan lulur kecantikan.
Selanjutnya, Tim PKM memberikan materi mengenai faedah beras untuk kesehatan kulit, teknik pembuatan lulur, komposisi dan takaran bahan nan aman, hingga langkah penyimpanan serta penggunaan lulur sesuai jenis kulit.
“Peserta juga diajak menyaksikan demonstrasi pembuatan lulur menggunakan tepung beras nan dipadukan dengan bahan-bahan alami seperti madu dan minyak nabati. Mahasiswa turut mendampingi peserta dalam praktik langsung, mulai dari proses pencampuran bahan hingga teknik aplikasi dan pengemasan sederhana,” ungkapnya.
Mari Okatini menambahkan bahwa suasana training berjalan interaktif melalui sesi obrolan dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai pengganti bahan, penyesuaian komposisi dalam produksi skala rumah tangga, hingga langkah-langkah mencegah iritasi pada kulit sensitif.
Anggota Tim PKM Nurul Hidayah menambahkan bahwa kitab saku merupakan media pembelajaran nan dapat digunakan secara berkelanjutan, setiap peserta memperoleh kitab saku nan memuat resep pembuatan lulur, pedoman keamanan penggunaan, serta info kontak tim pendamping dari UNJ.
“Buku saku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi praktis sehingga peserta bisa memproduksi lulur secara berdikari di rumah,” ungkap Nurul.
Pada kesempatan sama, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati selaku Dekan Fakultas Teknik UNaj menjelaskan bahwa hasil pertimbangan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Dia menjelaskan nilai post-test tercatat lebih tinggi dibandingkan pre-test, nan mengindikasikan bahwa penggunaan kitab saku sebagai media edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan lulur berbahan dasar beras tersebut.
Apresiasi
Para peserta memberikan apresiasi positif terhadap aktivitas tersebut. Mereka menilai kitab saku nan diberikan mudah dipahami dan dapat dijadikan pedoman praktis dalam membikin lulur secara mandiri. Sejumlah peserta juga memandang adanya kesempatan untuk mengembangkan upaya rumahan berbasis produk lulur beras, baik untuk memenuhi kebutuhan family maupun dipasarkan dalam skala kecil.
Sebagai tindak lanjut, ungkap Mari Okatini, masyarakat mengusulkan adanya training lanjutan nan membahas teknik pengemasan produk nan higienis, strategi pemasaran, serta pengembangan produk agar mempunyai daya saing dan nilai jual nan lebih tinggi.
Melalui aktivitas ini, Mari, berambisi pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam lokal semakin meningkat. Tidak hanya mendukung perawatan diri berbasis bahan alami, program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Singasari melalui pemanfaatan potensi beras lokal secara berkelanjutan. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·