Jakarta, CNBC Indonesia - Operasi militer nan terus dilancarkan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.005 penduduk Palestina selama gencatan senjata.
Mengutip Newsweek, Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi pada Rabu (17/6/2026) bahwa wilayah kantong tersebut tetap terus dihantam oleh serangan udara nyaris setiap hari. Selain itu, tindakan penembakan serta kontak senjata juga rutin pecah di sepanjang garis pemisah nan membagi Gaza menjadi area kontrol Israel dan Palestina.
Kasus kematian terbaru dilaporkan melonjak drastis setelah serangkaian serangan pesawat tanpa awak alias drone militer Israel menghantam beberapa kota dan kamp pengungsian di Gaza Tengah dan Kota Gaza dalam beberapa hari terakhir. Di letak lain, serangan Israel di wilayah Khan Younis, Gaza Selatan, juga dilaporkan menewaskan dua penduduk Palestina dan melukai enam orang lainnya.
Pihak militer Israel mengakui telah meluncurkan serangan di Khan Younis tersebut dengan dalih bahwa sasaran operasi mereka adalah seorang "teroris", tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Namun, kesaksian dari pihak family korban di Rumah Sakit Nasser menyatakan bahwa serangan roket itu justru menyasar kerumunan orang di dekat pantai di kamp tenda raksasa Muwasi, tempat ratusan ribu penduduk Palestina nan kehilangan tempat tinggal bernaung.
Pihak Tel Aviv berkilah bahwa mereka bakal terus melanjutkan operasi militer untuk menumpas sisa-sakis kekuatan Hamas dan golongan sekutunya, sekaligus memperluas wilayah territorial nan sukses mereka kuasai di dalam Jalur Gaza. Akibat situasi nan terus memanas ini, kedua belah pihak sekarang saling melempar tuduhan mengenai siapa nan pertama kali melanggar komitmen gencatan senjata di lapangan.
Situasi karut-marut di lapangan ini membikin publik internasional terus memantau efektivitas dari 20 poin rencana strategis nan digagas oleh Presiden AS Donald Trump. Program tersebut awalnya dirancang untuk mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza serta memulai proyek rekonstruksi wilayah pascaperang nan menghancurkan.
Dalam rilis terpisah, militer Israel mengeklaim bahwa jet tempur mereka telah sukses membunuh dua milisi nan berasal dari golongan Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) dalam serangan udara pada akhir pekan lalu. Kendati demikian, tingginya nomor kematian penduduk sipil tetap memicu kecaman keras dari beragam lembaga kemanusiaan dunia.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa total korban tewas sejak awal meletusnya perang Israel-Hamas sekarang telah resmi melewati nomor 73.000 jiwa di Gaza. Meskipun info kementerian tidak membedakan antara penduduk sipil dan milisi bersenjata, catatan medis terperinci nan mereka rilis secara berkala dinilai andal dan jeli oleh organisasi internasional.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·