Gencatan Senjata Belum Efektif, Israel Serang Beirut Lagi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Asap mengepul dari Lebanon selatan setelah serangan Israel, seperti nan terlihat dari Nabatieh, Lebanon, 13 Juni 2026. (REUTERS/Stringer)

Ledakan mengguncang Lebanon selatan pada Sabtu setelah serangan Israel nan memicu kepulan asap di sejumlah wilayah, menurut instansi buletin negara Lebanon, NNA. Sehari berselang, Israel kembali melancarkan serangan ke area Ghobeiry di pinggiran selatan Beirut, menandai berlanjutnya ketegangan meski gencatan senjata telah diumumkan beberapa bulan lalu. (REUTERS/Stringer)

Seorang perwira tentara Lebanon berdiri sementara petugas polisi dan personel darurat bekerja di letak serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 14 Juni 2026.

Menurut NNA, serangan pada Minggu (14/6/2026) menargetkan sebuah apartemen di area Dahiyeh dan menewaskan dua orang serta melukai empat lainnya. Sumber keamanan Lebanon mengatakan serangan itu tampaknya merupakan operasi terarah nan menggunakan dua rudal. (REUTERS/Zohra Bensemra)

Asap mengepul dari Lebanon selatan setelah serangan Israel, seperti nan terlihat dari Nabatieh, Lebanon, 13 Juni 2026.

Militer Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan pada pusat komando Hezbollah. Sebelumnya, Israel menuduh Hizbullah meluncurkan tiga proyektil ke wilayah Israel utara, nan disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata. (REUTERS/Stringer)

Petugas polisi dan personel darurat bekerja di letak serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 14 Juni 2026.

Konflik antara Israel dan Hizbullah terus bersambung sejak Lebanon terseret ke dalam ketegangan regional pada 2 Maret. Saat itu, Hizbullah nan didukung Iran menembakkan roket ke Israel sebagai corak solidaritas terhadap Teheran nan berada di bawah serangan Amerika Serikat dan Israel, memicu kampanye militer besar-besaran Israel di Lebanon. (REUTERS/Zohra Bensemra)

Seorang laki-laki nan mengendarai sepeda motor mencoba meyakinkan petugas tentara Lebanon untuk membiarkannya menyeberang saat mereka mengepung letak serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 14 Juni 2026.

Sejak eskalasi bentrok tersebut, lebih dari 3.600 orang dilaporkan tewas di Lebanon dan lebih dari satu juta penduduk mengungsi. Meski Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata pada 16 April, Lebanon menuduh Israel telah melancarkan nyaris 3.500 serangan sejak saat itu. Sementara itu, Israel melaporkan 28 tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon dan empat penduduk sipil tewas akibat serangan Hizbullah. (REUTERS/Zohra Bensemra)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News