Ledakan mengguncang Lebanon selatan pada Sabtu setelah serangan Israel nan memicu kepulan asap di sejumlah wilayah, menurut instansi buletin negara Lebanon, NNA. Sehari berselang, Israel kembali melancarkan serangan ke area Ghobeiry di pinggiran selatan Beirut, menandai berlanjutnya ketegangan meski gencatan senjata telah diumumkan beberapa bulan lalu. (REUTERS/Stringer)
Menurut NNA, serangan pada Minggu (14/6/2026) menargetkan sebuah apartemen di area Dahiyeh dan menewaskan dua orang serta melukai empat lainnya. Sumber keamanan Lebanon mengatakan serangan itu tampaknya merupakan operasi terarah nan menggunakan dua rudal. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Militer Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan pada pusat komando Hezbollah. Sebelumnya, Israel menuduh Hizbullah meluncurkan tiga proyektil ke wilayah Israel utara, nan disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata. (REUTERS/Stringer)
Konflik antara Israel dan Hizbullah terus bersambung sejak Lebanon terseret ke dalam ketegangan regional pada 2 Maret. Saat itu, Hizbullah nan didukung Iran menembakkan roket ke Israel sebagai corak solidaritas terhadap Teheran nan berada di bawah serangan Amerika Serikat dan Israel, memicu kampanye militer besar-besaran Israel di Lebanon. (REUTERS/Zohra Bensemra)
Sejak eskalasi bentrok tersebut, lebih dari 3.600 orang dilaporkan tewas di Lebanon dan lebih dari satu juta penduduk mengungsi. Meski Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata pada 16 April, Lebanon menuduh Israel telah melancarkan nyaris 3.500 serangan sejak saat itu. Sementara itu, Israel melaporkan 28 tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon dan empat penduduk sipil tewas akibat serangan Hizbullah. (REUTERS/Zohra Bensemra)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·