Sebanyak 1.400 penduduk mengungsi di Posko Barang Kolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) awal hari.
Kasatgas Humas Ops Amanusa II Bencana Alam NTT Kombes Bayu Suseno mengatakan jumlah tersebut merupakan info pengungsi per Senin (17/8) dan tetap berpotensi bertambah.
"Di sini merupakan salah satu titik di mana jumlah pengungsi merupakan nan paling banyak, ialah total sekitar 1.400 orang. Data ini info hari ini, dan kelak mungkin bisa bertambah lantaran seiring dengan berjalannya waktu," kata Bayu saat ditemui di pengungsian Reok, Manggarai, Senin (17/8).
Di letak tersebut, Polri juga telah menempatkan sejumlah personel untuk membantu kebutuhan warga. Mereka terdiri dari petugas medis hingga petugas trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada pengungsi.
Selain itu, satu peleton Brimob telah tiba di lokasi. Sejumlah tenda juga didirikan, termasuk tenda nan nantinya digunakan sebagai posko Polda NTT untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sementara tenda nan lain telah digunakan oleh masyarakat pengungsi, sehingga nantinya masyarakat menjadi lebih nyaman untuk tinggal di tempat penampungan,” ujar Bayu.
Wilayah Terdampak Parah
Menurut Bayu, Barang Kolong menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Sebanyak 26 orang dilaporkan meninggal bumi di wilayah tersebut.
"Kemudian perlu diinformasikan juga bahwasanya di letak inilah merupakan salah satu tempat nan korban jiwanya paling banyak, ialah 26 orang. Ya, info nan kami terima di sini adalah nan paling banyak. Artinya, wilayah inilah nan terdampak sangat parah," katanya.
Akses menuju letak pengungsian juga sempat terkendala akibat longsoran dan batu-batu besar nan menutup jalan. Namun, akses tersebut dapat kembali dibuka berkah kerja sama pemerintah wilayah dan sejumlah pemangku kepentingan.
"Tadi kita lihat di perjalanan ya, di perjalanan bahwasanya tetap terjadi rontokan-rontokan batu-batu besar sehingga menghalangi perjalanan kita. Tapi untung dari pemda, dari beragam stakeholder, telah bekerja sama secara terus-menerus sehingga dalam waktu nan singkat jalan akses menuju ke sini dapat dibuka dan kita dapat tiba tanpa ada halangan suatu apa pun," tutur Bayu.
Kapolri Akan Berkunjung
Bayu menambahkan, Kapolri dijadwalkan mengunjungi letak pengungsian tersebut pada Selasa (18/8). Dalam kunjungan itu, Kapolri juga direncanakan membawa support bagi penduduk terdampak gempa.
"Beliau juga bakal membawa support untuk masyarakat nan harapannya dapat meringankan beban masyarakat nan terdampak sehingga ke depan, masa depan bisa disusun dengan lebih baik lagi," kata dia.
Sementara itu, berasas info BNPB per Senin (17/8), tercatat sedikitnya 68 orang meninggal bumi akibat gempa 7,7 magnitudo nan mengguncang NTT. Gempa susulan juga tetap dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Manggarai, NTT.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·