Gempa Dahsyat M7,7 di NTT, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 15 Agustus 2026 |14:16 WIB

Gempa Dahsyat M7,7 di NTT, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang

Gempa luar biasa guncang NTT (Foto: Dok)

JAKARTA - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB bertambah menjadi 14 orang berasas pemutakhiran info hingga pukul 12.30 WIB. Selain itu, ada dua orang luka berat dan 11 luka ringan. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, info tersebut tetap dalam proses pendataan, verifikasi dan pengesahan di lapangan. Korban meninggal bumi sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang. 

Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. "Data korban merupakan info sementara dan tetap dapat berubah seiring proses verifikasi dan pengesahan oleh BPBD berbareng unsur terkait. Setiap perkembangan info bakal disampaikan berasas hasil pendataan resmi di lapangan," ujarnya.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala family terdampak dan sekitar 2.000 penduduk melakukan pengungsian alias pemindahan mandiri. Sebagian besar penduduk melakukan pemindahan menyusul guncangan kuat dan peringatan awal tsunami nan sempat dikeluarkan setelah gempa utama.

Gempa utama berpusat di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih 1 menit di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat dan Kota Bima. Gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.

"Gempa utama sempat memicu peringatan awal tsunami. BPBD berbareng unsur mengenai segera mengarahkan masyarakat di wilayah pesisir untuk melakukan pemindahan menuju tempat nan lebih tinggi dan aman," imbuhnya.

Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan nan membahayakan. BMKG menyatakan peringatan awal tsunami berhujung pada pukul 07.31.30 WIB.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com