
Gempa Dahsyat M7,7 di NTT Disebabkan Aktivitas Sesar Back Arc Flores
JAKARTA - Gempa besar berkekuatan M7,7 nan mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan akibat aktivitas sesar naik busur belakang alias Back Arc Flores. Sejumlah gedung ambruk dalam peristiwa tersebut.
"Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang alias kita sebut back-arc thrust Flores gitu ya," kata Direktur Informasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto saat bertemu pers secara daring, Sabtu (15/8/2026).
Wijayanto berkata, potensi kekuatan gempa dari aktivitas sesar itu mencapai M 7.8. Ia pun berharap, kekuatan aktivitas sesar itu telah mencapai puncaknya ialah hanya M7,7.
"Potensinya M 7,8 di sana, hari ini rilis 7,7. Ini mudah-mudahan tidak bakal terjadi nan potensi nan maksimalnya, ini mudah-mudahan sudah nan maksimal," tuturnya.
Menurutnya, gempa susulan tetap bisa terjadi dengan intensitas kekuatan nan merendah. "Nanti peluruhannya bakal semakin meluruh, semakin mini gitu ya," tutur Wijayanto.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan awal tsunami menyusul gempa dengan magnitudo (M) 7,7 di Mbay Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Potensi tsunami bisa terjadi di NTT, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat," jelas BMKG dalam keterangannya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·