Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |11:03 WIB

Gempa Kolombia (Foto: EPA/BBC)
JAKARTA - Guncangan dahsyat akibat gempa besar berkekuatan M7,4 di Kolombia memberikan pemahaman dan gambaran komprehensif mengenai sistem seismotektonik lempeng penunjam serta dampaknya terhadap kegagalan struktur di area perkotaan. Gempa nan terjadi pada Senin 10 Agustus 2026 pukul 19:34:28 WIB menewaskan ratusan orang dan meluluhlantakkan bangunan.
Secara parametrik, gempa bumi ini tercatat mempunyai M7,4 dengan episenter nan berlokasi di koordinat 4.844° Lintang Utara dan 76.242° Bujur Barat, tepatnya 5 km di sebelah selatan San José del Palmar, Kolombia. Hiposenter gempa berada pada kedalaman menengah (intermediate-depth), ialah 110,3 km di dalam kerak bumi.
"Gempa bumi ini merupakan manifestasi langsung dari dinamika deformasi internal pada sistem subduksi aktif sepanjang Palung Peru-Chili, di mana Lempeng Samudra Nazca menunjam secara aktif ke bawah Lempeng Benua Amerika Selatan," ungkap Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).
Daryono mengatakan, pelepasan daya (stress release) tidak terjadi di bagian kontak antarlempeng (interplate interface-megathrust), melainkan dipicu oleh deformasi internal, akumulasi regangan mekanis, serta patahan di dalam bagian slab litosfer samudra nan sedang menunjam tersebut. Sebagai gempa dalam-lempeng (intraslab earthquake), peristiwa ini mempunyai perilaku perambatan gelombang seismik (ground motion) nan sangat khas.
"Berbeda dengan gempa di area megathrust nan terjadi tepat pada bagian sentuh alias kontak gesekan antara dua lempeng tektonik, gempa intraslab ini justru berasal dari pelepasan daya alias rekahan nan terjadi jauh di bagian dalam anatomi lempeng itu sendiri," kata Daryono.
Dalam konteks tatanan tektonik wilayah ini, Daryono mengatakan peristiwa tersebut dipicu oleh pecah alias robeknya bagian internal dari Lempeng Samudra (Nazca Plate) nan tengah menunjam curam ke bawah Lempeng Benua Amerika Selatan di sepanjang sistem subduksi Palung Kolombia-Ekuador-Peru-Chili.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·