Arief Setyadi
, Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2026 |08:34 WIB

Gempa di Jepang (Foto: BBC)
JEPANG - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa melonjak menjadi 13 orang. Gempa sebelumnya mengguncang Jepang dengan kekuatan Magnitudo 7,1, pada Selasa 28 Juli 2026.
Kejadian itu pun meruntuhkan gedung AEON Mall dan menyebabkan banyak orang terperangkap. Sementara upaya pencarian pun terus bersambung di pusat perbelanjaan, dan sejauh ini ditemukan tiga orang meninggal dunia, melansir BBC, Rabu (29/7/2026).
Sebelumnya, dinas pemadam kebakaran setempat mengatakan beberapa orang terjebak di dalam pusat perbelanjaan, dan ada laporan tentang ledakan. Upaya pengamanan terus bersambung sepanjang malam di Prefektur Kumamoto, Jepang, nan dilanda gempa bumi pada pukul 16:27 waktu setempat (07:27 GMT).
Saksi mata melaporkan sempat memandang ledakan dan lantai dua runtuh. Dua wanita tewas di sana, menurut laporan stasiun penyiaran publik Jepang NHK, mengutip pejabat setempat.
Selain itu, ada laporan orang lenyap di pabrik kertas, di mana dua orang ditemukan mengalami serangan jantung dan sembilan orang lainnya tetap lenyap setelah cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, sebuah kota di selatan Kumamoto.
Gempa juga menyebabkan puluhan ribu orang mengalami pemadaman listrik dan air, setidaknya 45 akomodasi medis rusak, sementara tembok luar sebuah kastil abad ke-17 runtuh.
PM Jepang mengerahkan 3.600 personel ke lapangan untuk membantu pemulihan, dan mengatakan bahwa tim bakal bekerja tanpa capek sepanjang malam untuk memantau kerusakan di wilayah nan terkena dampak.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·