Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis listrik di Pakistan semakin memburuk. Kota Karachi, pusat ekonomi dan kota terbesar di negara tersebut, dilanda pemadaman listrik berkepanjangan.
Aktivis kewenangan asasi manusia dan golongan masyarakat sipil memperingatkan bahwa pemadaman listrik telah mengganggu aktivitas dasar mulai dari memasak, mandi, mencuci busana hingga menjaga kebersihan rumah. Hal ini pun membikin family berpenghasilan rendah berada di periode kesulitan.
Mengutip Times of India dan ANI, Rabu (2/9/2026), pemadaman terjadi di sejumlah wilayah seperti North Karachi, Nazimabad dan sebagian Gulistan-i-Jauhar. Pemadaman apalagi terjadi selama 16 hingga 24 jam.
Jadwal pemadaman juga diterbitkan perusahaan listrik Karachi, K-Electric. Berdasarkan agenda tersebut, lebih dari 615 feeder tercatat mengalami pemadaman hingga 12 jam per hari.
Pasokan air juga ikut terdampak di sejumlah area lantaran akomodasi nan berjuntai pada listrik tidak dapat beraksi secara normal. Para aktivis menyebut pemadaman listrik nan berkepanjangan telah memberikan beban nan tidak proporsional kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
"Pemadaman berkepanjangan semakin memperburuk kondisi masyarakat kelas pekerja," kata Qazi Khizer dari Human Rights Commission of Pakistan.
"Krisis listrik bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berakibat terhadap kesehatan mental masyarakat," tambahnya.
Ia menilai pasokan listrik nan dapat diandalkan semestinya dipandang sebagai jasa dasar, bukan sesuatu nan hanya bisa dinikmati sebagian masyarakat. Gangguan listrik juga berakibat pada pendidikan dan pekerjaan.
"Aktivitas masyarakat nan memerlukan listrik untuk belajar maupun bekerja menjadi terganggu ketika pemadaman berjalan nyaris sepanjang hari," jelasnya.
Krisis tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai keahlian K-Electric, perusahaan nan memasok listrik untuk Karachi. Presiden Karachi Union of Journalists Tahir Hassan Khan mempertanyakan hasil privatisasi perusahaan tersebut.
Ia menilai janji peningkatan teknologi dan operasional belum sepenuhnya terlihat dalam corak pasokan listrik nan lebih andal bagi masyarakat. K-Electric sebelumnya menjadi perusahaan listrik milik pemerintah sebelum diprivatisasi.
(sef/luc)
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·